5 Cara Mudah Menemukan Influencer yang Tepat untuk Bisnis Anda

cara menemukan influencer yang tepat bagi brand dan bisnis

Dengan begitu banyak pengguna media sosial, menggunakan strategi influencer marketing sebagai teknik pemasaran untuk meningkatkan reputasi brand Anda adalah keputusan yang tepat. Khususnya Anda yang bermain di industri B2C. Dengan banyaknya influencer di media sosial, salah satu kesulitan brand adalah memutuskan mana influencer yang tepat bagi brand mereka. Lewat artikel ini, saya akan mencoba membuat panduan singkat bagaimana cara menemukan influencer untuk membangun strategi influencer marketing yang efektif.

Influencer marketing atau pemasaran yang dilakukan oleh influencer jelas tidak hanya terbatas untuk kaum selebritas saja. Brand akan selalu mencari seorang influencer yang memiliki pengaruh dalam menjangkau audiens yang luas dan memiliki keterlibatan yang baik dengan para audiensnya (engagement yang tinggi). Berikut beberapa cara menemukan influencer untuk bisnis Anda:

1. Influencer Marketing Platform

Influencer marketing platform dapat membantu Anda menemukan influencer untuk bisnis Anda dengan cepat dan mudah. Platform ini memungkinkan Anda untuk mencari database influencer dan memfilter berdasarkan jangkauan, kategori, keterlibatan, platform sosial, dan masih banyak lagi. Anda dapat mendorong peningkatan kesadaran yang efektif dan bahkan meluncurkan, melacak, dan mengukur kampanye Anda menggunakan platform ini. Ada beberapa influencer marketing platform yang dapat Anda cek, seperti AspireIQ, CreatorIQ, Upfluence dan Heepsy. 

Fitur yang ada dalam platform influencer marketing ini biasanya dapat membantu Anda menemukan influencer dalam jumlah tak terbatas, mendeteksi para pengikut palsu sehingga Anda hanya bekerja dengan influencer yang memiliki interaksi yang tepat, dan membantu Anda mengatur dan menjangkau audiens dengan membuat daftar influencer, mengekspor data dan memulai percakapan.Alat ini direkomendasikan untuk agensi pemasaran, pengiklan, dan pihak brand (terutama e-commerce) yang berinteraksi secara langsung dengan influencer.

2. Penggunaan hashtag di media sosial

Hashtag membuat konten dapat dicari dan diakses di platform sosial. Jadi, cari hashtag yang mungkin relevan dengan merek Anda. Ini dapat membantu Anda menemukan influencer untuk bisnis Anda di bagian top post. Anda dapat memiliki berbagai cara untuk menemukan influencer yang relevan di Instagram dengan menggunakan hastag #sponsor, #ad, #blogger, #paid atau #influencer dan lihat hasilnya.

Temukan posting paling populer berdasarkan hashtag di industri Anda atau lokasi tertentu.

Jika akun yang masuk ke halaman top, top post memiliki jumlah pengikut yang cukup banyak dan tingkat keterlibatan yang baik dalam posting tersebut, maka Anda dapat mempertimbagkan akun tersebut dalam daftar influencer Anda

3. Penggunaan media sosial dan blog

Cara termudah untuk menemukan influencer yang tepat untuk bisnis Anda adalah dengan mencari akun-akun yang ‘membicarakan’ Anda atau seputar industri Anda di media sosial. Anda dapat mencari ulasan dan artikel blog yang membahas produk Anda dan bekerja sama dengan pihak mereka. Misalnya, seseorang mungkin telah memposting artikel tentang diet keto dengan menu nusantara. Jika bisnis Anda menjangkau orang-orang yang sedang menjalani diet, khususnya diet keto, Anda disarankan untuk terlibat dengan akun tersebut.

4. Google alerts

Google Alerts adalah metode lain untuk membantu Anda menemukan influencer untuk bisnis Anda. Lakukan pengaturan pada akun google Anda agar Google dapat memberikan peringatan  atau ‘alert’ untuk kata kunci yang relevan dengan topik atau brand yang Anda cari. Ini akan membantu Anda menemukan orang-orang yang menulis tentang topik yang berkaitan dengan industri atau produk Anda. 

5. Blogger outreach platform

Ide di balik blogger outreach platform ini adalah agar perusahaan atau brand bekerja sama dan memanfaatkan influencer yang telah memiliki pengikut yang substansial untuk meminta mereka membuat konten mengenai produk atau layanan yang ditawarkan brand tersebut. Beberapa blogger outreach platform yang terkenal, contohnya Buzzsumo, Ninja Outreach, Mailshake dan masih banyak lagi.

Kriteria memilih influencer yang tepat

Setelah Anda menemukan daftar influencer untuk bisnis Anda, pertanyaan berikutnya yang harus dijawab adalah apakah daftar influencer tersebut benar-benar ‘tepat’ untuk merek Anda?

Berikut adalah kriteria paling basic untuk menyeleksi daftar influencer yang sudah Anda punya saat ini.

1. Relevansi

Sebelum Anda melihat analitik berupa jumlah pengunjung (unique visitor) dan laporan statistik lainnya, penting sekali bagi Anda untuk mempertimbangkan seberapa baik konten yang dihasilkan influencer tersebut. Apakah kontennya selaras dengan pesan yang ditawarkan bisnis Anda. Anda harus memeriksa secara detail postingan influencer dalam bentuk caption dalam feed mereka atau tulisan yang mereka tulis di blog mereka. Hal ini harus Anda lakukan untuk mendapatkan gambaran tentang target audience akun influencer tersebut. Anda mungkin perlu fokus untuk menentukan target audiens dan niche Anda terlebih dahulu dan mencari influencer yang memiliki target audiens dan niche yang serupa dengan merek Anda.

2. Target audience

Audiens adalah salah satu dari tiga landasan strategi pemasaran influencer mana pun. Dan kerap kali, brand gagal mendefinisikan target audience mereka. Anda perlu mendefinisikan target market dan target audience terlebih dahulu dan memastikan bahwa target audience influencer yang Anda gunakan serupa dengan target audience Anda.

Instagram.com/nanamirdad_

Saya sudah membahas topik ini di artikel saya sebelumnya, yang menekankan pentingnya bagian ini. Saran saya adalah selalu bekerja dengan influencer yang memiliki keselarasan audiens (berdasarkan kepribadian dan konten mereka).

Misalnya, Anda memiliki produk kecantikan. Untuk menjual produk Anda, Anda memutuskan untuk bekerja dengan seorang blogger atau influencer kecantikan. Pertama, perlu Anda pahami bahwa tidak semua beauty blogger memiliki target audiens yang sama. Beberapa mungkin menargetkan milenial sebagai audiens dan yang lain mungkin menargetkan para ibu berusia 40 tahun ke atas.

Anda perlu memastikan bahwa audiens target Anda sama dengan influencer Anda. Ini adalah suatu keharusan ketika Anda ingin menemukan influencer untuk bisnis Anda, karena orang yang tepat akan membantu memastikan bahwa produk Anda disebarkan kepada audiens yang relevan.

3. Niche

instagram.com/jonathanend

Anda heran tidak sih mengapa muncul para influencer baru yang engagement-nya tinggi meski follower mereka tidak begitu banyak? Well, hal ini dikarenakan konten yang mereka buat, adalah konten khusus dengan segmentasi yang lebih dispesialisasi. Jutaan blogger dan influencer memposting konten di area yang sangat populer dan mainstream seperti pendidikan anak, makanan, kebugaran, mode, dan hiburan. Semua topik tersebut sebenarnya dapat disegmentasikan lebih jauh lagi untuk menjangkau konsumen tertentu seperti orang tua remaja, pecinta hewan peliharaan, pelari maraton, penggemar teknologi, dan juru masak makanan berbahan organik.

4. Pilih jejaring sosial yang tepat

Satu influencer bisa memiliki berbagai akun media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, atau bahkan LinkedIn. Oleh karena itu, Anda perlu mengembangkan strategi pemasaran media sosial yang paling sesuai dengan penggunaan dan cara menyampaikan pesan yang tepat dari masing-masing media sosial tersebut untuk mencapai KPI dan target pasar yang telah ditentukan.

twitter.com/FiersaBesari

Strategi pemasaran yang melibatkan influencer atau KOL (Key Opinion Leader) biasanya dilakukan oleh perusahaan B2C. Namun kenyataannya, perusahaan B2B juga bisa mendapatkan keuntungan dari strategi ini, asalkan bisa memilih influencer atau KOL yang tepat, tergantung tujuan pemasaran yang diharapkan.

Penting sekali untuk mengidentifikasi karakter masing-masing influencer atau KOL, dan para target audience-nya. Karena ada beberapa influencer yang digolongkan sebagai selebriti. Tipe influencer seperti ‘selebriti’ ini sangat bagus jika tujuan kampanye Anda adalah meningkatkan kesadaran. Ada juga tipe influencer lainnya yang dikategorikan sebagai orang yang ahli dan yang lebih cocok untuk membangun kredibilitas merek, memberikan rekomendasi dan bahkan mendapatkan perhatian media massa.

5. Komitmen

Percaya sama saya, jumlah followers atau pengikut bukanlah hal yang teramat penting. Alasannya karena bisa saja influencer tersebut memiliki lebih dari 100.000 follower, namun hanya memiliki 100 like atau 2 komentar saja. Ini bisa menjadi tanda bahwa followernya tersebut bukan follower asli atau hanya akun pasif.

instagram.com/mestyariotedjo kerap membahas masalah pertumbuhan dan kesehatan anak.

Oleh karena itu, penting untuk mencatat keterlibatan akun influencer. Anda perlu mengetahui bagaimana tingkat keterlibatan audiens. Karena bagaimanapun juga, seorang influencer nantinya akan menjadi penghubung antara brand Anda dengan audiensnya.

6. Keaslian (Authenticity)

Selalulah cari orang-orang berpengaruh yang kepribadian dan gayanya sesuai dengan pesan dan nilai merek Anda. Resonansi seperti itu akan membuat konten benar-benar menarik dan relevan dengan audiens target Anda.

Selain itu, yang terbaik adalah bekerja dengan influencer yang membuat rekomendasi tampak asli dengan cara unik mereka dalam berkomunikasi. Postingan mereka (terutama konten yang disponsori oleh brand) tidak boleh terdengar seperti sesuatu yang mereka bicarakan hanya karena mereka dibayar untuk melakukannya.

Untuk beberapa brand premium yang sudah memiliki reputasi baik dan dibangun puluhan tahun, baiknya tidak sembarangan dalam menunjuk influencer yang akan digunakan sebagai brand ambassador (BA) produk atau layanan mereka. Contohnya adalah lewat kejadian akhir-akhir ini dimana tagar #ZaraJkt48 menjadi populer dalam pencarian karena kasus video viralnya bersama sang pacar dalam instastory selama 15 detik. Terdapat 3 brand ternama seperti Uniqlo, Chocolatos serta Biore yang kemudian harus menghapus semua konten Adhisty Zara dalam platform social media mereka.

7. Empati

Influencer yang baik adalah orang yang bersemangat yang benar-benar peduli dan memiliki empati yang besar untuk audiens mereka. Dia terus mengikuti tren terbaru dan tahu kapan tren akan berakhir.

instagram.com/amrazing

Empati adalah suatu keharusan dan merupakan bagian dari strategi pemasaran yang masih efektif saat ini. Pemasaran berbasis empati adalah tentang menempatkan diri Anda pada posisi audiens untuk memahami pengalaman mereka, membangun keterikatan dan menawarkan produk dan jasa Anda sebagai solusi.

8. Jangkauan dan jumlah pengikut

Meskipun bukan metrik yang paling penting, tingkat jangkauan tentu saja merupakan pertimbangan yang masih valid. Namun, Anda harus menahan keinginan untuk mempertimbangkan pengunjung unik hanya sebagai ukuran jangkauan. Lalu lintas dan pengikut hanya berarti sejauh influencer menjangkau audiens target merek Anda.

Misalnya, jika produk Anda adalah hotel atau tempat penginapan. Jika Anda bekerja sama dengan blogger atau influencer  yang mengkhususkan diri dalam topik travelling dengan jangkauan 10,000 orang lebih berpengaruh daripada akun influencer yang mengkhususkan diri dalam topik makanan dengan 100.000 pengunjung unik per bulan.

Penting juga untuk mempertimbangkan platform sosial lain yang dikunjungi pelanggan Anda. Jika produk Anda bertemakan fashion atau makanan, akun influencer yang memiliki banyak followers di Twitter atau Instagram mungkin lebih tepat daripada akun influencer di Facebook dengan banyak penggemar (fan)

Kesimpulan

Influencer yang tepat dapat memimpin dan membantu kampanye Anda menuju kesuksesan. Untuk hasil terbaik, Anda perlu fokus membangun hubungan jangka panjang dengan influencer Anda. Tawarkan bayaran dan kompensasi yang adil, berikan hadiah apresiasi, dan tetap berhubungan baik bahkan saat Anda tidak membutuhkannya. Tindakan semacam ini akan memungkinkan influencer Anda berinvestasi lebih banyak dalam kesuksesan kampanye Anda. Semoga artikel ini membantu dan selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *