Apa itu Copywriting?

Apa itu copywriting dan profesi copywriter

Copywriting adalah komponen digital marketing yang sangat penting untuk mengerjakannya secara serius. Jika asal-asalan membuatnya, maka kampanye iklan akan gagal tersampaikan dengan sempurna, karena audiens tidak akan merasa tertarik dengan penawaran yang sedang berjalan. Maka perlu mengetahui secara mendetail apa itu copywriting.

Copywriting terhadap penjualan itu seperti gula dalam kopi. Umumnya orang tidak suka dijuali, namun dengan menggunakan rangkaian kata yang tepat, orang dapat tertarik membeli bahkan tanpa merasa dijuali. Seperti halnya gula yang menghilangkan rasa pahit pada kopi. Membuat peminumnya bisa menikmati bahkan sampai kecanduan. Lalu apa itu copywriting? Apa perbedaannya dengan content writing? Apa saja job deskripsi seorang copywriter? Kita akan membahasnya secara lengkap di sini.

Apa Itu Copywriting?

Singkatnya, copywriting adalah menjual dengan menggunakan kata-kata, baik hanya sebatas tulisan caption ataupun berbentuk artikel yang mengulas tentang deskripsi dan manfaat sebuah produk.

Tentunya promosi menggunakan kata-kata ini tidak hanya sebatas untuk pemasaran online saja, offline marketing juga membutuhkannya.

Ada beberapa diantara mereka yang menulis dengan menggunakan kata-kata unik. Membuat audiens berhenti sebentar untuk membaca, mencerna, tersenyum karena lucu, hingga akhirnya memutuskan berhenti untuk membeli atau menggunakan layanannya.

SEO Copywriting

Lalu apa hubungannya antara copywriting dan teknik SEO? Nah, ini penjelasan menariknya. Jika berdasarkan fungsinya, SEO dan copywriting adalah dua hal yang saling berseberangan. SEO bertujuan untuk meningkatkan traffic sesuai selera bot indexing, yang terkadang dalam penerapannya membuat konten menjadi kurang natural, kaku dan tidak ramah pembaca.

Sedangkan copywriting merupakan salah satu seni berjualan dengan kata-kata. Yang mana tujuannya adalah membuat kalimat yang unik, mudah diingat, sekaligus mampu menarik orang untuk membeli atau menggunakan layanan.

Lalu apa itu copywriting SEO? Penerapan jenis tulisan ini dengan SEO memiliki kelebihan lain seperti halnya tidak hanya meningkatkan traffic saja, namun juga memenuhi kebutuhan pelanggan. Dengan konten yang menarik, informatif sekaligus mampu memberi jalan keluar masalah yang sedang mereka hadapi.

Perbedaan Copywriting dan Content Writing

Lalu bagaimana dengan Content Writing? Apa itu copywriting juga? Sekilas kedua bentuk tulisan tersebut nampak sama, tapi sebenarnya berbeda. Lalu apa bedanya copywriting dan content writing?

Copywriting adalah tulisan yang memiliki target penjualan dengan objek yang lebih spesifik.

Sedangkan content writing adalah tulisan yang memiliki tujuan lebih umum, yakni membangun brand awareness dan citra perusahaan, agar audiens berfikir bahwa perusahaan merupakan instansi yang ahli di bidangnya. Dengan menulis berbagai artikel yang berhubungan dengan produk dan layanan yang dimiliki.

Industri Kreatif dan Copywriting

Industri Kreatif dan Copywriting

Semua perusahaan memang membutuhkan gaya penulisan tersebut untuk menyampaikan value dan benefit dari produk dan layanan yang mereka miliki. Tapi yang paling membutuhkannya adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri kreatif.

Siapapun pemilik industri kreatif wajib memiliki skill menulis yang satu yang ini, seperti misal industri content creator, fashion desain, wedding organizer, dan lain sebagainya. Sebab dengan skill copywriting yang baik, akan bisa meningkatkan reputasi perusahaan.

Dengan copywriting juga, Anda bisa meyakinkan pelanggan untuk menggunakan layanan atau produk yang Anda miliki. Bahkan tak hanya pelanggan saja, dengan rangkaian kata-kata yang baik, Anda juga bisa meyakinkan investor untuk menanamkan modalnya ke perusahaan Anda.

Tulisan yang berkualitas mampu meningkatkan kepercayaan dan brand awareness perusahaan di mata publik. Membuat semakin banyak yang mengenal bisnis Anda, yang pada akhirnya mampu menghasilkan banyak penjualan.

Job Deskripsi Seorang Copywriter

Perlu diketahui bahwa job deskripsi seorang copywriter tidak hanya menulis saja, tapi juga beberapa hal berikut ini :

  1. Bersama desainer memproduksi iklan yang ringan, unik, menarik, mudah diingat, serta memiliki kekuatan untuk meningkatkan branding dan citra perusahaan.
  2. Membuat tulisan untuk iklan, baik online maupun offline, semisal untuk website, sosial media, billboard, spanduk, banner, dan lainnya.
  3. Menulis artikel untuk membantu meningkatkan traffic dan ranking website perusahaan serta mengarahkan sebagian traffic ke Landing Page untuk call to action
  4. Menawarkan konsep iklan dan kampanye promosi, baik untuk pengambil keputusan pada perusahaan maupun pada klien.
  5. Melihat tren kampanye iklan kompetitor seperti konten dan lain sebagainya. Untuk menjadi dasar membuat konten yang sesuai dengan keinginan pasar dan target market.
  6. Melakukan uji coba iklan dan konten terus menerus hingga menemukan konten iklan yang sesuai. Yaitu iklan yang tidak hanya tinggi traffic, namun juga memberikan hasil berupa naiknya konversi yang menyebabkan meningkatnya pendapatan perusahaan.

Skill yang Harus Dimiliki Copywriter

Skill yang Harus Dimiliki Copywriter

Dari beberapa jobdesc di atas, ada beberapa skill yang mana seorang copywriter mesti memilikinya, diantaranya :

1. Aturan Dasar Tentang Copywriting

Menulis copywriting tidak boleh sembarangan. Berikut beberapa aturan dasarnya:

Sesuaikan dengan produk

Untuk bisa melakukan ini, pastikan memahami dengan baik tentang produk yang mau Anda jual. Bagaimana spesifikasinya? Apa kelebihan dan kekurangannya? Ada berapa jenisnya? Jika produk makanan atau obat kapan expired-nya? apa saja komposisinya? Dan lain sebagainya.

Tanpa pemahaman yang baik dan menyeluruh, seorang copywriter tidak akan bisa menghasilkan tulisan yang menarik dan tepat sasaran.

Tentukan target market

Tujuannya adalah agar bisa menentukan akan membuat konten dan menggunakan gaya bahasa yang seperti apa, karena konten dan gaya bahasa untuk remaja dan lansia tentu berbeda.

Membuat tulisan yang berkualitas

Mulai dari membuat headline yang menarik perhatian, isi yang padat dan langsung to the point, jangan bertele-tele, dan akhiri dengan kalimat persuasi yang menuntun audiens untuk menekan tombol call to action.

2. Jenis-jenis Copywriting

Jenis-jenis Copywriting

Copywriting adalah seni menjual dengan kata-kata. Maka dari itu, banyak jenis tulisan ini yang sering beredar, antara lain :

Direct Response Copywriting

Yaitu copywriting yang bertujuan mengajak audiens untuk langsung melakukan apa yang Anda inginkan, seperti menekan tombol CTA, membagikan konten, mendownload e-book, mengikuti e-course, dan lain sebagainya. Biasanya ada di landing page website atau di postingan sosial media.

Marketing Copywriting

Yaitu copywriting yang fungsinya untuk meyakinkan audiens agar mau membeli produk atau menggunakan layanan, dengan cara menyampaikan berbagai manfaat dan kelebihan produk lebih baik ketimbang pesaing.

Jenis tulisan ini biasa ada di konten-konten website, blog, brosur, katalog, dan sejenisnya.

Brand Copywriting

Seperti namanya, copywriting ini digunakan untuk meningkatkan serta menonjolkan brand perusahaan, meningkatkan brand awareness dan citra perusahaan pada khalayak umum.

Technical Copywriting

Copywriting yang dilakukan untuk menjelaskan cara dan manfaat produk dengan lengkap, seperti pada produk kecantikan, kesehatan, dan berbagai produk teknologi.

SEO Copywriting

Yaitu copywriting yang mengandung kata kunci. Berfungsi untuk meningkatkan ranking dan traffic website pada mesin pencarian.

Menjadi copywriter memang tidak mudah, karena copywriting adalah pekerjaan kreatif. Selain menguasai skill menulis, juga harus kreatif menciptakan konsep iklan yang variatif. Tapi tak perlu khawatir, karena gaji seorang copywriter freelance juga besar, yaitu sekitar Rp 250.000 untuk dua jam kerja.

5 Karakter Copywriter yang Hebat

5 Karakter Copywriter yang Hebat

Untuk bisa menjadi seorang copywriter yang hebat, perlu beberapa karakter berikut ini :

1. Mengubah Perspektif Anda Menjadi Lebih Fleksibel

Perlu dipahami bahwa target market tidak selalu suka jika Anda terlalu ‘hard selling’.Maka dari itu, perlu adanya perspektif yang lebih fleksibel tentang bagaimana cara membuat kalimat penjualan yang lebih lembut.

Copywriter yang handal harus bisa mengemas kalimat copywriting dengan cara softselling, seperti membuat story telling yang mampu membujuk pelanggan untuk mau melakukan apa yang diinginkan.

2. Memperluas Koneksi

Seperti halnya profesi yang lain, copywriter perlu memiliki koneksi yang luas. Tentu saja tujuannya untuk mendapatkan tips dan trik terbaru, melatih keluwesan komunikasi, memahami banyak persona, sehingga lebih banyak ide segar untuk tulisan copywriting. Yang pada akhirnya meningkatkan kompetensi.

Koneksi juga bisa memperluas potensi market, karena bisa jadi sebagian orang yang menjadi koneksi Anda beralih menjadi customer.

3. Selangkah Lebih Maju

Copywriting adalah seni yang terus berkembang mengikuti tren perkembangan jaman. Inilah alasan mengapa seorang copywriter dituntut untuk terus belajar dan membaca.

Idiom-idiom apa yang sedang berkembang sekarang, jargon apa saja yang sering diucapkan audiens target market, tren apa yang sedang booming, dan peristiwa apa saja yang sedang hangat-hangatnya menjadi pembicaraan publik.

Dengan terus berkembang dan selangkah lebih maju dibandingkan dengan yang lainnya, seorang copywriter bisa membuat konten yang membaur dengan tren yang sedang terjadi saat ini. Bahkan bisa memprediksi trend apa yang akan terjadi di kemudian hari.

4. Kemampuan Mendengarkan

Perbanyaklah mendengar apapun, termasuk juga masukan dari audiens. Karena bisa jadi ada kalimat-kalimat copywriting yang menyinggung pihak tertentu, atau ada konten iklan yang tidak sesuai dengan keinginan klien.

Lebih banyak mendengar akan membuat copywriter mendapat banyak wawasan, ide dan juga gagasan untuk perbaikan konten dan lain sebagainya.

5. Terhindar Dari Jargon dan Hiperbola

Tidak harus menggunakan jargon yang berlebihan untuk bisa menjual, tapi justru jargon yang sederhana, ringan, namun tepat sasaran untuk target market justru yang paling efektif untuk membujuk audiens membeli produk yang ditawarkan.

Copywriting adalah elemen yang cukup penting bagi iklan bisnis, baik iklan online maupun offline. Untuk mendapat kalimat copywriting yang baik dan menjual, diperlukan copywriter yang memiliki skill dan karakter yang mumpuni.

Penulis: FA
Editor: Yoan Letsoin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.