5 Langkah Membuat Buyer Persona untuk Marketing [Template Gratis]

cara menentukan buyer persona

Membangun brand bisnis bukan hanya perkara bagaimana melakukan promosi dan menyusun strategi pemasaran. Salah satu yang paling penting untuk didefinisikan terlebih dahulu adalah target market Anda. Apakah Anda benar-benar mengenal mereka sebelum menawarkan solusi produk dan jasa Anda? Apa saja hal-hal yang Anda ketahui tentang mereka? Well, salah satu praktik untuk mengenal target market adalah menciptakan persona. Apa itu persona? Dan mengapa istilah ini penting dalam implementasi strategi bisnis saat ini?

Nah, bagi Anda yang ingin mengetahui tentang persona atau yang kerap disebut, buyer persona, artikel kali ini akan menjelaskan secara mendalam pengertian lengkap, manfaat, dan cara mengaplikasikannya pada bisnis Anda karena menentukan persona adalah satu prioritas utama dalam aktivitas marketing.

Template Buyer Persona Gratis

Untuk teman-teman marketing yang membutuhkan template buyer persona gratis, Anda dapat mendownload langsung tanpa menyertakan email Anda. Cukup buka file, duplikasi file dan mempersonalisasikannya, serta menge-editnya sesuai dengan kebutuhan Anda.

Download template buyer persona

Apa itu persona dalam marketing?

Persona atau kerap disebut sebagai buyer persona adalah representasi dari pelanggan target market Anda yang diperoleh dari penelitian secara mendalam. Idealnya, Anda ingin membuat profil pelanggan seolah-olah pelanggan itu adalah orang yang nyata. Apa saja yang perlu diteliti dalam membuat persona? Anda harus bisa memulai dari pengumpulan data demografi, perilaku, kepribadian, hingga cara mereka mengambil keputusan saat membeli suatu produk.

Tentunya langkah ini akan sangat membantu, terutama saat Anda ingin menunjukkan nilai bisnis kepada target market Anda. Selain itu, proses penerapan strategi bisnis lainnya akan dapat berjalan dengan lebih mudah, mulai dari pemasaran, pembuatan konten, pengembangan produk dan lain sebagainya jika Anda sudah memiliki persona yang akan ditargetkan. Dengan begitu, prospek bisnis Anda bisa jauh lebih terjamin, karena Anda bisa benar-benar mengetahui apa yang dibutuhkan pasar.

Cara mendefinisikan buyer persona bisnis Anda

Sebelum Anda membuat persona, lakukan banyak penelitian terlebih dahulu untuk memastikan persona Anda secara akurat mewakili target market dan customer nyata Anda. Setelah Anda mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif dalam jumlah yang memadai, atur informasi ke dalam grup persona yang mewakili sosok pelanggan ideal Anda. Ingatlah untuk fokus pada kebutuhan utama grup pengguna yang paling penting, Anda tidak bisa menjadi segalanya dan menyenangkan semua pihak. Langsung saja, berikut adalah langkah-langkah membuat persona untuk aktivitas marketing bisnis Anda;

Langkah 1: Header

Header menyertakan nama fiksi, foto, dan kutipan yang merangkum hal yang paling penting bagi persona yang berkaitan dengan produk Anda. Hal ini akan membantu meningkatkan daya ingat dan fokus tim kerja Anda. Langkah pertama ini tentu tampak sederhana. Misalnya, Anda bekerja di industri travel dan mencoba menciptakan buyer persona. Fondasi dari persona pengguna Anda bisa terlihat seperti ini:

Nama : Audrey Anastasia
Motto : Investment in travel is an investment in yourself.

Langkah 2: Tambahkan profil

Meskipun nama dan foto dapat berupa fiksi, detail demografis persona harus bersifat faktual dan berdasarkan penelitian pengguna. Profil demografis mencakup empat bagian utama, yaitu latar belakang pribadi, latar belakang profesional, lingkungan pengguna, dan psikografis.

Berikut ini adalah beberapa informasi yang dibutuhkan untuk membuat persona:

  1. Data pribadi – nama, jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, status pekerjaan, pendapatan, status, usia anak (jika ada).
  2. Perilaku – hobi, makanan dan minuman favorit, hal yang Anda sukai, akun media sosial, forum online yang Anda ikuti, perilaku saat berbelanja.
  3. Kebiasaan belanja:
  • Bagaimana konsumen berkomunikasi melalui telepon, email atau secara langsung.
  • Bagaimana cara mengenal suatu produk, baik melalui iklan, internet maupun saran orang lain.
  • Bagaimana dia bersikap saat membeli produk secara online dan bagaimana dia mengetahui informasi ini.
  • Sistem belanja yang disukai, baik online maupun offline.

Unsur-unsur yang telah disebutkan di atas hanyalah sebagian besar data yang dibutuhkan untuk menentukan persona pembeli. Jika Anda memiliki elemen tambahan, tentu saja lebih baik. Anda juga dapat melakukan wawancara langsung dengan beberapa target market Anda untuk mendapatkan informasi yang lebih spesifik tentang apa yang mungkin mereka suka dan tidak suka.

Latar belakang dan data pribadi

Latar belakang pribadi mencakup detail seperti usia, jenis kelamin, etnis, pendidikan, kelompok persona (misalnya dewasa muda, ibu bekerja, laki-laki berkeluarga, dll), dan status keluarga (misalnya lajang, menikah dengan anak, janda, dll.).

Contoh misalkan, latar belakang pribadi Audrey Anastasia dapat dijelaskan sebagai berikut: Audrey Anastasia, 28 tahun, lajang, memiliki gelar Master di komunikasi.

Latar belakang profesional

Latar belakang profesional mencakup perincian seperti pekerjaan pekerjaan, tingkat pendapatan, dan pengalaman kerja. Di sini kami mencontohkan bahwa Audrey bekerja penuh waktu di sebuah agensi komunikasi terkemuka di Jakarta dan memiliki pendapat 15 juta per bulan.

Lingkungan pengguna

Lingkungan pengguna mewakili konteks fisik, sosial, dan teknologi pengguna. Bagian ini digunakan untuk menjawab pertanyaan seperti: Perangkat teknologi apa yang dapat diakses pengguna? Apakah pengguna menghabiskan sebagian besar waktu mereka di kantor perusahaan atau kantor pusat? Dan seberapa sering mereka berkolaborasi dengan orang lain?

Sebagai contoh, lingkungan pengguna sosok Audrey adalah fleksibel, bisa bekerja dari rumah atau dari coffee shop (fleksibel) ,sebagian besar waktunya dihabiskan untuk terkoneksi lewat laptop dan juga scrolling feed social media di ponselnya.

Psikografis

Psikografik mencakup detail seperti sikap, minat, motivasi, dan hal-hal yang tidak ia sukai. Membuat profil psikografis memungkinkan Anda untuk lebih memahami mengapa pengguna Anda berperilaku dengan cara tertentu, termasuk mengapa mereka menggunakan produk Anda.Mari terus bayangkan Anda sedang membuat aplikasi untuk travel (seperti tiket.com, traveloka.com, dll). Beberapa informasi psikografis yang berguna untuk disertakan dalam persona pengguna Anda adalah:

  • Audrey menikmati perjalanan retret dengan pemandangan yang indah ke desa terpencil.
  • Audrey aktif dalam olah raga, khususnya senam dan tinju.
  • Senang mencoba masakan lokal otentik dan bertemu orang baru.
  • Lebih suka bepergian secara berkelompok.
  • Suka tempat yang tenang untuk membaca buku dan berdiskusi dengan orang lain.

Secara keseluruhan, profil demografis menambahkan lapisan realisme tambahan ke persona pengguna, meningkatkan empati saat menjelajahi kebutuhan dan tujuan pengguna.

Langkah 3: Tambahkan tujuan akhir

Tujuan akhirnya adalah faktor pendorong yang menginspirasi tindakan, dan menjawab pertanyaan: apa yang ingin atau perlu dicapai pengguna dengan menggunakan produk Anda? Sasaran akhir adalah kekuatan pendorong utama pengguna Anda dan menentukan apa yang diinginkan atau dibutuhkan persona untuk dipenuhi.

Dalam kasus Audrey, tujuan akhirnya saat menggunakan aplikasi perjalanan Anda adalah menemukan dan memesan perjalanan untuk menikmati alam, tujuan liburan bisa di desa terpencil atau negara yang berbeda bahasa, tetapi masih memiliki jangkauan koneksi internet.

Langkah 4: Tambahkan skenario

Skenario adalah narasi “hari-dalam-kehidupan” yang menggambarkan bagaimana persona akan berinteraksi dengan produk Anda dalam konteks tertentu untuk mencapai tujuan akhirnya. Skenario biasanya menentukan kapan, di mana, dan bagaimana narasi berlangsung. Mereka biasanya ditulis dari perspektif persona dan menjelaskan kasus penggunaan yang mungkin terjadi di masa mendatang.

Misalnya, skenario mengenai Audrey dapat dibuat seperti ini:

“Setidaknya setahun dua sampai tiga kali, saya suka pergi menikmati alam di desa dalam negeri dan sekali liburan di negara lain . Saya mencoba menemukan tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya untuk mempelajari budaya tempat lain. Saya bekerja sebagai account manager di agensi, jadi saya tidak punya banyak waktu untuk mencari dan memesan setiap elemen liburan saya. Idealnya, saya akan cenderung memesan tiket promo, pulang pergi di akhir pekan atau saat cuti panjang. Namum destinasi wisata haruslah juga memiliki koneksi internet karena saya memiliki klien yang selalu terhubung.”

Langkah 5 : Gunakan tools untuk membuat persona bisnis Anda

Kurangnya waktu dan keahlian adalah alasan utama mengapa banyak bisnis tidak benar-benar mempraktikkan ini. Kabar baiknya adalah ada tools yang bisa diakses secara online yang dapat Anda gunakan untuk membuat kepribadian klien dengan cepat dan juga akan memandu Anda melalui proses pembuatan persona bisnis Anda. Mari kita bahas 5 tools untuk membuat persona Anda.

1. Hubspot

Persona Hubspot

Generator persona milik Hubspot adalah wizard yang akan memandu Anda melalui proses pembuatan persona yang dapat merepresentasikan klien, pelanggan, atau pengguna yang berguna untuk bisnis Anda. Tools ini berfokus pada klien dan pelanggan profesional, atau penggunaan persona untuk industri B2B. Hubspot menyediakan template yang menarik dan mudah digunakan yang dapat Anda custom sesuai untuk bisnis apa pun. Anda bisa membuat banyak persona, berkolaborasi, mengedit, men-download, dan juga men-share file persona tersebut. Yang perlu Anda lakukan hanyalah membuat persona Anda dan HubSpot akan mengirimkan hasilnya melalui email.

2. Xtensio

Persona Xtensio

Ini adalah alat gratis dan tangguh yang memungkinkan pengguna membuat berbagai dokumen dan presentasi yang dapat dibagikan. Ini mencakup kotak alat untuk strategi, pemasaran, operasi, dan pengembangan bisnis. Mendaftarlah untuk mengakses fitur-fitur canggih Xtensio, gratis, lalu asah template persona pengguna. Anda dapat menggunakan templat perbandingan persona pengguna saat Anda siap untuk membawa sesuatu ke tingkat berikutnya. Identifikasi departemen atau individu mana dalam bisnis Anda yang ditetapkan untuk mendapatkan keuntungan dari mengidentifikasi segmen pengguna, dan menggambarkan serta menjelaskan segmentasi Anda.

3. Up Close dan Persona

Tools yang ditawarkan Up Close and Persona sangat mudah digunakan. Selain itu, alat ini berfokus pada persona B2B, sangat detail dibandingkan dengan generator persona lainnya. Ini tidak hanya akan membantu Anda menargetkan klien Anda dengan lebih efektif, tetapi juga dapat membantu Anda memposisikan bisnis Anda dalam industri Anda.

4. User Forge

UserForge Persona

User Forge memberi Anda lebih banyak kebebasan untuk membuat kriteria Anda sendiri dibandingkan generator persona lainnya. Jika Anda tahu apa yang penting bagi upaya pemasaran Anda dalam hal menyegmentasikan audiens Anda, mungkin ini yang tepat untuk Anda. Buat kutipan, blok teks, dan daftar untuk membantu Anda dan kolega Anda mempersempit klien ideal Anda dan memfokuskan upaya pemasaran Anda.

5. Smaply

Smaply Persona

Smaply memberi Anda tool untuk memvisualisasikan pengalaman pelanggan dengan membuat persona untuk aktivitas marketing binis Anda. Anda dapat membuat persona yang kemudian dapat Anda bagikan dengan tim Anda. Smaply mudah digunakan dan designnya mudah diduplikasi dan diedit dan menyimpannya dalam format PDF.

Persona atau buyer persona juga merupakan kunci untuk menemukan pelanggan ideal dalam kehidupan nyata sehingga Anda dapat menguji dan memvalidasi produk Anda dengan orang yang nyata. Karena itu, pastikan setiap persona spesifik dan realistis: hindari kalsifikasi yang terlalu berlebihan dan menyertakan terlalu banyak detail. Selamat mencoba! Dan semoga berhasil!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *