Keyword Density: Definisi dan Strateginya!

Keyword Density (KD) Definisi, Cara Menghitung, dan Strateginya!

Keyword density sangat penting untuk kepentingan search engine optimization (SEO) karena menjadi sebuah pondasi dalam penulisan content marketing atau copywriting. Hal ini menjadi sangat penting karena di zaman yang serba digitalisasi dan membutuhkan internet ini, SEO sangat dibutuhkan untuk mendukung performa website maupun blog untuk bisnis maupun keperluan lainnya. Dalam artikel ini, kamu dapat mengetahui apa sih keyword density itu, apa rumusnya, apa strateginya, dan apa hal-hal yang harus dihindari dalam penulisan suatu website.

Apa Itu Keyword Density?

Keyword density adalah frekuensi munculnya suatu keyword (kata kunci) di dalam suatu artikel yang ada dalam website. Pada kasus tertentu, orang-orang juga memasukkan kalimat-kalimat (frasa) kunci yang pada akhirnya sering disebut juga dengan keyphrases density.

Apakah Keyword Density Berpengaruh Terhadap SEO?

Pastinya! Keyword density memiliki pengaruh terhadap SEO. Mengapa?

Karena kata kunci yang ditargetkan dalam artikel website kamu akan langsung “terlihat” oleh mesin pencari dan juga bermanfaat untuk penghitungan biaya kampanye online-mu! Website kamu harus langsung terlihat karena sekarang semua pebisnis online dan juga penulis konten online akan berlomba-lomba untuk membuat konten yang ramah SEO. Jangan sampai konten kamu terkubur di halaman belakang mesin pencari ya!

Bagaimana Cara Menghitungnya?

Untuk mencapai hasil yang optimal dan ideal, sangat penting untuk kita ketahui bagaimana cara mendapatkan persentase keyword density sebagai tolok ukur.  Caranya mudah loh! Ini dia rumusnya:

(total angka keyword yg dipilih :  total angka seluruh kata dalam satu artikel) x 100%

Contohnya, kata “marketing” muncul sebanyak 20 kali dalam sebuah artikel dengan total angka keseluruhan 1.000 kata. Maka, hasilnya adalah:

(20 : 1.000) x 100% = 2%

Caranya cukup mudah kan? Jadi sekarang kamu bisa menghitung frekuensi munculnya keyword kamu dan dapat mengoptimalkan SEO-nya!

Apa Itu Keyword Stuffing?

Keyword stuffing adalah sebuah tindakan menulis keywords sebanyak mungkin di dalam artikel suatu website, seringkali ditulis juga pada footer walaupun kata-kata tersebut terasa seperti dipaksakan dan tidak natural.

Tindakan ini akan membuat website “penuh” dan tidak akan memberikan hasil yang baik pada praktik SEO. Ini bisa jadi penyebab artikel kamu tertimbun di halaman belakang mesin pencari.

Apa Saja Strategi Supaya Menghasilkan Keyword Density yang Ideal?

Sampai saat ini tidak ada hukum pasti mengenai berapa persen hasil keyword density yang ideal. Namun, beberapa ahli SEO menyatakan hasil yang ideal berkisar antara 1-2%. Angka tersebut bisa dijadikan patokan agar artikel website kamu berada dalam batasan frekuensi keyword yang wajar.

Agar hasil yang ideal tercapai, berikut adalah 7 strateginya:

1. Utamakan kenyamanan pembaca, setelah itu penulisan keyword-nya

Penulisan yang memerhatikan keyword memang baik, tetapi pembaca artikel kamulah yang tetap harus diutamakan. Karena artikel yang enak dibaca dan berisi informasi yang relevan akan membuat pengunjung website kamu menjadi pembaca tetap. Kalau tidak ada pengunjung website yang berkunjung dan membaca, konten artikel kamu yang berisi banyak keyword tersebut juga tidak akan berfunsi secara optimal bukan?

2. Gunakan kata-kata yang berhubungan dengan keyword kamu!

Kata-kata yang berhubungan ini bisa diambil dari sinonim, variasi, atau juga berhubungan dalam segi konteks dengan kata kunci yang kamu targetkan.

Misalnya, target kamu adalah kata “marketing”. Maka, kamu juga perlu menggunakan kata pemasaran, content marketing, dan market sebagai sinonim dan juga variasi dari kata tersebut. Oleh karena itu, penulis konten artikel suatu website diharapkan untuk sering membaca website ataupun blog yang berhubungan dengan websitenya. Penambahan pengetahuan dan kosa kata sangat penting supaya frekuensi keyword yang dihasilkan tetap dalam presentase yang aman.

3. Gunakan Keyword Stemming

Penggunaan keyword stemming akan memudahkan mesin pencari untuk menemukan kata kunci yang kamu targetkan dengan penambahan imbuhan.

Misalnya, target kamu adalah kata “tawar”. Maka, tulislah juga kata penawaran, tawaran, atau menawarkan sebagai keyword stemming yang akan memudahkan keyword kamu ditemukan mesin pencari. Pengetahuan tentang menambahkan imbuhan juga diperlukan untuk keyword stemming ini. Jadi, sekali lagi, jangan pernah mager untuk membaca dan cari tahu ya!

4. Hindari Keyword Stuffing

Seperti pembahasan di atas, keyword stuffing akan membuat website kamu terlalu “penuh” dan pada akhirnya mesin pencari bisa menganggapnya sebagai spam. Maka, sebisa mungkin jangan pakai kata kunci kamu secara bertumpuk di satu artikel website kamu ya!

5. Pelajari variasi keyword kamu

Sebelum menulis, ada baiknya kamu lakukan riset variasi keyword yang kamu inginkan. Hal ini akan memudahkan kamu saat penulisan dan sekaligus membuat mesin pencari semakin dekat dengan target kata kunci kamu. Bagaimana cara mempelajarinya? Kamu bisa membuka situs tentang tesaurus suatu kata. Tesaurus sendiri menyediakan banyak sinonim dan antonim dari kata-kata yang akan kamu cari. Dengan keyword yang bervariasi, tidak hanya menghasilkan frekuensi keyword yang baik, tetapi artikel kamu juga akan lebih kaya dan enak dibaca oleh pengunjung website kamu.

6. Jangan berlebihan

Pengulangan target kata kunci yang terus menerus akan membuat keyword density artikel kamu tidak optimal. Selain itu, pembaca juga akan mudah jenuh dan enggan untuk meneruskan membaca artikel kamu. Hal itu juga dapat membuat pengunjung website kamu berpikir dua kali untuk kembali berkunjung. Perbendaharaan kata dan kepekaan penulis yang baik dalam menulis artikel website ataupun blog akan sangat membantu optimalisasi SEO dan pengendalian frekuensi keyword dalam batas aman.

7. Jangan typo ya

Deadline yang makin dekat memang  mengharuskan kamu bekerja cepat. Namun, jangan sampai artikel kamu ada typo-nya ya! Karena mesin pencari sudah memiliki format keyword yang sering dicari dan typo pastinya membuat keyword kamu tidak terbaca oleh mesin pencari, walaupun hanya ada huruf yang terbalik posisinya, huruf yang terketik dobel, ataupun huruf yang keliru. Selalu cek artikel website kamu sebelum diluncurkan secara online.

Dengan 7 strategi di atas, sekarang kamu bisa menulis artikel kamu dengan keyword density yang ideal! Optimalkan penulisan kata kunci kamu supaya mesin pencari bisa langsung menemukan artikel tersebut dan membawa pembaca baru ke website kamu. Selamat mencoba!

Penulis: Tami Kira

2 tanggapan pada “Keyword Density: Definisi dan Strateginya!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *