Apa itu AIDA? Definisi, Rumusan, Konsep dan Contoh

contoh AIDA

Menawarkan produk dan layanan yang anda miliki, tentunya hanya dengan strategi yang tepat  yang dapat mewujudkan hasil sesuai harapan anda. Nah, apa strategi yang tepat itu? Strategi itu adalah konsep AIDA dalam digital marketing.

Secara umum, AIDA adalah konsep atau model dimana tahapan ini dapat meningkatkan produk dan layanan Anda, disamping itu, komunikasi antara penjual dan pembeli adalah salah satu kunci agar penawaran anda tepat sasaran.

Bagaimana? Sudah tergambar kah konsep AIDA ini dalam benak Anda? Mari kita ulas secara rinci bagaimana penerapannya.

Pengertian AIDA

Apa itu AIDA? AIDA adalah singkatan dari Attention, Interest, Desire and Action. AIDA adalah tahapan kognitif dimana calon pembeli menjadi pembeli dalam praktik konten marketing. Konsep ini menerangkan bagaimana proses terjalinnya komunikasi dengan calon pembeli hingga akhirnya produk dan layanan yang ditawarkan berhasil terjual. Konsep ini sudah populer di era 1900an dalam strategi pemasaran yang efektif.

Penemu Konsep AIDA

Konsep AIDA telah dikembangkan oleh businessman, E.St.Elmo Lewis pada tahun1898. Tujuan utama konsep ini adalah untuk mengoptimalkan penjualan. Disamping itu, interaksi secara mendalam antara penjual dan pembeli terkait produk dan layanan.

Lewis dianggap sebagai pelopor penggunaan konsep ini untuk merancang proses periklanan, Lewis melihat iklan sebagai jenis pelatihan untuk penerima manfaat. Pengalaman luas yang dimiliki Lewis sebagai kepala pemasaran diberbagai perusahaan membuatnya memiliki ilmu tentang teori periklanan. Konsep AIDA yang dikembangkan Lewis dapat di anggap sebagai warisan penting karena formulanya sudah diterapkan lebih dari 100 tahun sampai saat ini. Misalnya dalam digital marketing.

Konsep Rumus AIDA

Tahapan AIDA didasarkan pada 4 konsep untuk menarik pihak yang berkepentingan dalam proses memutuskan suatu produk dan layanan. Berikut adalah penjelasan dari masing masing huruf yang mewakili tahapan tersebut.

Attention

Daya tarik pembeli adalah tahapan utama dalam konsep AIDA. Produk dan layanan harus menarik perhatian pembeli, tahapan ini dapat juga disebut “eyecather”. Disamping itu, karakteristik target pasar sangat penting untuk mengidentifikasi siapa yang ingin Anda undang perhatiannya agar relevan dengan produk dan layanan yang ditawarkan.

Interest

Baik, jika tahapan pertama sudah berhasil saatnya Anda mempertahankan juga membangkitkan minat pembeli pada produk dan layanan yang ditawarkan. Namun, permasalahan disini akan lebih sulit dimana minat setiap orang berbeda, maka dari itu Anda perlu tau permasalahan apa yang sering dialami target pasar Anda, dengan pendekatan secara optimal Anda dapat memberikan sesuatu yang relevan dan menarik terkait masalah yang dialami dengan konten yang mudah dimengerti agar pembeli terdorong untuk mengenal produk dan layanan Anda lebih jauh lagi, apalagi jika produk dan layanan yang ditawarkan belum dikenal publik. Ini adalah tantangan khusus dalam proses pemasaran.

Desire

Setelah minat pembeli bangkit dan mereka tersadar dengan masalah yang dihadapi, tahapan selanjutnya adalah menawarkan produk dan layanan Anda sebagai solusi. Nah, belum berhasil sampai disini karena tidak mudah untuk meyakinkan pembeli bahwa produk dan layanan Anda adalah solusi terbaik bagi permasalahannya, jadi jangan terlalu terburu buru ya!

Anda harus berhati hati menunjukan keunggulan produk dan layanan yang ditawarkan agar pembeli semakin tertarika dan pada akhirnya penasaran untuk memilikinya. Anda dapat menginformasikan manfaat dengan fakta fakta yang ringan dan menarik agar pembeli tidak ragu akan produk dan layanan Anda, jangan hanya fokus pada fitur produk dan layanan yang dimiliki. Semakin banyak informasi yang di dapat oleh pembeli semakin sedikit pertanyaan yang akan mereka ajukan. Ini akan sangat berpengaruh pada keputusan pembeli apakah produk dan layanannya dapat memberikan solusi atas permasalahan yang dialami.

Action

Tindakan atau aksi adalah tahapan terakhir dalam konsep AIDA. Tindakan ini mengarah pada keputusan pembelian produk dan layanan yang Anda tawarkan sebagai solusi dari permasalahan yang dialami pembeli. Anda dapat memanfaatkan call-to-action yaitu ajakan untuk mengarahkan pembeli untuk melakukan pembelian. Misalnya, seperti kalimat “Klik link untuk memesan”, dan lainnya.

Contoh Penerapan AIDA dalam bisnis

Penerapan AIDA dalam bisnis e-commerce misalnya Shopee dapat diidentifikasi mengunakan konsep AIDA dalam efektifitas penyajian deskripsi produknya. Selain konten produk, konsep AIDA juga dapat diterapkan pada saat menulis artikel blog. Mengapa begitu? Tentu! agar pembaca tertarik untuk membaca artikelnya hingga selesai.

Contoh Iklan dengan konsep AIDA

Iklan samsung indonesia untuk konsep AIDA
Iklan di instagram.com/samsungindonesia

Baik mari kita simak caption iklan diatas dengan menerapkan konsep AIDA!

  1. Pada tahap Attention, @samsungindonesia menggunakan video hasil dari Galaxy S21 sebagai daya tarik calon pembeli untuk melihat konten video yang disajikan. Video tersebut secara tidak langsung menayangkan beberapa keunggulan dari smartphone tersebut.
  2. Selanjutnya dibagian Interest, @samsungindonesia menarik calon pembeli dengan membuat caption yang menjelaskan bahwa calon pembeli dapat membuat video siang dan malam secara bebas dengan ketahanan batre hingga 5000 mAH.
  3. Tahapan ketiga, supaya pembeli semakin yakin, kalimat Desire menambahkan harga Samsung Galaxy S21 seharga IDR 9.999.999 (bilangan bulat IDR 10.000.000)
  4. Pada akhirnya, pembaca diarahkan untuk langsung Action dengan mengunjungi link di biodata mereka dan di perkuat dengan adanya get FREE Samsung Air Purifier.

Tunggu apalagi, ayo terapkan konsep AIDA ini untuk strategi penjualanmu agar lebih optimal, karena konsep ini dapat digunakan di segala aspek digital marketing dari penawaran produk sampai blog/artikel.

Baca juga:

Penulis : Hilda Oktarida

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *