Apa Itu Black Hat SEO dan 7 Cara yang Sering digunakan

Mengenal Black Hat SEO dan 7 Cara yang Sering digunakan

Bagi seorang SEO spesialis pasti tidak asing dengan istilah black hat SEO. Istilah ini ada sebelum algoritma Google bernama panda muncul. Seperti namanya, black hat bukanlah praktik legal yang diperbolehkan Google. Karena menggunakan cara-cara manipulatif yang ilegal. Tapi beruntunglah tidak semua SEO spesialis menggunakannya. Hanya mereka yang yang lebih mementingkan kuantitas daripada kualitas saja yang menggunakan cara-cara hitam seperti ini. Lalu apa itu black hat SEO dan bagaimana cara yang sering digunakan? Berikut penjelasan selengkapnya.

Pengertian Black Hat SEO

Yang dimaksud dengan black hat SEO adalah serangkaian cara yang digunakan untuk meningkatkan ranking website dengan cara-cara yang tidak diperbolehkan oleh Google. Cara yang digunakan adalah memanipulasi. Bukan dengan membuat konten berkualitas yang ramah SEO.

Apa tujuan menggunakan black hat ini? Tentu saja ingin menempuh langkah instan. Tidak mau bekerja keras menggunakan berbagai teknik SEO yang benar. Melakukan cara curang agar website berada page one Google. Yang pada akhirnya akan rusak setelah adanya algoritma panda.

7 Cara Black Hat SEO

Ada beberapa cara yang sering dilakukan dalam black hat. Antara lain :

1. Keyword Stuffing

Yang dinamakan dengan keyword stuffing kata kunci yang dilakukan berulang-ulang. Bahkan ada yang lebih dari satu keyword dalam satu kalimat. Jelas ini sangat menjengkelkan. Membuat artikel terkesan tidak enak dibaca.

Keyword stuffing ini dilakukan hanya untuk memanipulasi robot mesin pencarian saja. Mereka tidak berfikir bagaimana cara membuat artikel konten yang mudah dibaca. Meski bisa menaikkan ranking, tapi Google sangat tidak menyukai cara ini. 

Cara lain yang digunakan untuk keyword stuffing adalah meyisipkan nomor telepon dan nama wilayah yang tidak relevan dan tidak pula memberikan informasi apapun untuk pembaca. 

Mungkin anda pernah menjumpai cara ini di beberapa halaman website. Sangat menjengkelkan. Dan pastikan anda tidak melakukannya.

2. Penggunaan Link dan Teks Tersembunyi

Ada kalanya membuat konten yang tidak relevan dengan kata kunci. Tujuannya adalah untuk mengelabuhi mesin pencarian. Dengan menggunakan teks kata kunci yang warnanya sama dengan background. Atau mengurangi font hingga 0. Jelas ini adalah cara yang curang. Resikonya terlalu besar. Jika ketahuan Google, situs akan kena depak dan deindex.

Baca Juga: Mengenal Konsep Anchor Text dan Pengaruhnya Bagi SEO

3. Content Scrapping

Plagiarism black hat content scraping

Yaitu mencuri konten dari website lain tanpa mau mencantumkan sumber. Mereka yang melakukan ini biasanya malas membuat artikel. Hanya bermodal copy paste tanpa mau melakukan modifikasi sedikitpun. Mereka mengira bahwa memperbanyak konten akan menaikkan ranking. Padahal, konten hasil curian justru akan websitenya kena deindex dari Google. Tidak bisa diakses dan hilang dari search engine Google.

4. Private Blog Networks Atau PBN

Yaitu sebuah cara yang dilakukan untuk mendapatkan backlink tanpa mau bersusah payah bekerjasama dengan situs orang lain. Caranya dengan ternak blos sendiri. Dimana antara satu blog dengan blog lain saling menarik dengan link eksternal. Cara ini memang terlihat cukup efektif. Tapi nyatanya tidak akan menaikkan peringkat website sedikitpun. Malah justru sebaliknya. Ranking akan terus turun karena pembuatan private blog networks atau PBN.

5. Spam Komentar

Komentar SPAM

Cara black hat SEO yang cukup banyak dilakukan adalah dengan melakukan spam komentar. Yaitu berkomentar di postingan orang lain dengan menyertakan link halaman website sendiri.  Banyak yang mengira cara ini cukup ampuh untuk menaikkan ranking. Padahal sebaliknya. Komentar ini juga menjadi spam yang akan menurunkan ranking website. 

6. Membeli Backlink

Pernah melihat berbagai tawaran penjualan backlink? Menawarkan backlink yang katanya berkualitas untuk SEO support. Beberapa SEO spesialis pemula biasanya akan tergiur dengan tawaran ini. Terlihat mudah dan instan. Meski sebenarnya ini pelanggaran. Namun sebenarnya praktik membeli backlink ini hal yang sangat wajar di SEO, namun dalam melakukan link-building dengan membeli backlink, Anda harus memiliki strategi. Bukan langsung membeli 1000 backlink dalam 1 malam. Dalam membeli backlink pun, Anda harus mengenal konsep citation flow, trust flow, domain authority, page authority dan konsep link-juice.

Baca Juga: Panduan Lengkap Keyword Difficulty yang Perlu Anda Ketahui

7. Cloacking

Cloacking adalah membuat artikel dengan kata kunci target tapi tidak relevan dengan isinya. Tujuannya adalah mengelabuhi mesin pencari. Ketika bot search engine melihat, maka konten yang terlihat adalah sesuatu kata kunci. Sedangkan jika visitor yang melihat, maka konten tidak sesuai dengan kata kunci.

Jelas saja ini bukan cara yang disarankan. Karena melanggar peraturan webmaster Google. Selain melanggar, konten seperti ini juga akan beresiko mengecewakan visitors. Karena tidak sesuai dengan yang diinginkan.

Mengapa Harus Menghindari Black Hat SEO

Beberapa cara black hat SEO di atas kadang masih sering ditemukan. Tapi percayalah. Bahwa situs yang masih menggunakan cara curang untuk menaikkan ranking tidak akan bertahan lama. Secanggih apapun cara curang yang dilakukan, Google tentu selalu membangun metrik mereka dan mengembangkan algoritma mereka. Fungsinya adalah untuk mendeteksi dan menghindari berbagai praktik kecurangan seperti ini. 

Google selalu mengupdate algoritmanya

Dulu, beberapa cara curang di atas memang sempat bejaya dan masih bisa digunakan. Tapi sekarang tidak lagi. Karena Google selalu memperbaharui algoritmanya secara berkala agar cara curang dengan black hat SEO tidak lagi bisa digunakan. Pertumbuhan website seperti jamur di musim hujan. Selalu saja bertambah. Dan Google tidak akan segan-segan memblokir lalu memasukkan pada daftar hitam. Sebelum mengajukan permohonan dengan cara manual.

Dampak kepada pengalaman user (user experience)

Selain itu, disadari atau tidak, praktik optimasi dengan cara curang hanya akan membuat user kecewa. Sudah terlanjur membuka tapi isi tidak sesuai dengan judul link yang ditawarkan. Hal ini biasanya terjadi pada saat teknik black hat menggunakan cloacking. Biasanya link yang kita klik malah akan teredireksi menuju situs judi online, poker atau situs pornografi.

Naiknya bounce rate

Kekecewaan user atau visitors ini akan berbuntut panjang. Selain tidak ingin mengeksplorasi lebih jauh, juga tidak mau mengunjungi website itu lagi. Kunjungan yang hanya sebentar akan menaikkan bounce rate. Jika bounce rate naik, sudah pasti akan menurunkan ranking situs di search engine. Jika ini dilakukan terus menerus, dampaknya sangat buruk. Audiens akan apatis terhadap situs hingga terkena deindex Google.

Fokus kepada user dan search intent mereka

Google akan selalu meningkatkan pelayanan pada user. Selalu memperbaiki alogaritma. Agar relevansi antara apa yang ada di hasil pencarian memang apa yang dibutuhkan user melalui kata kunci yang diketikkan. Jika masih saja situs yang tidak mematuhi, maka sudah pasti tidak akan pernah bisa dirayapi oleh bot search engine. Jadi pastikan konten yang ditulis memang berhubungan dengan keyword.

Penutup

Sekali lagi, black hat SEO adalah cara curang untuk meningkatkan ranking di search engine. Meski pernah mengalami jaya di masanya, namun sekarang sudah tidak bisa digunakan lagi. Karena Google tidak akan segan-segan memberi punishment bagi yang melanggar.

Lalu bagaimana cara meningkatkan ranking situs? Lakukanlah sebagaimana yang Google inginkan. Meski membutuhkan waktu yang cukup lama, namun itu bisa menjadi investasi jangka panjang yang baik. Teknik black hat SEO penuh resiko. Baik resiko dari Google sendiri ataupun dari pengunjung sendiri. Hindari 7 cara di atas agar website anda tidak masuk dalam daftar hitam mesin pencarian Google. Fokuslah membangun situs Anda dengan teknik optimasi White Hat SEO saja. Mari semangat membangun dan semoga sukses selalu!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.