12 Metrik KPI SEO yang Harus Anda Ukur!

Metrik KPI SEO yang Harus Anda Ukur

Jika Anda menyewa SEO freelancer, SEO Agency, penyedia jasa SEO profesional atau bahkan mencoba membuat strategi SEO Anda sendiri dan sudah mengimplementasikannya, akan muncul pertanyaan lanjutan yang harus Anda jawab. Pertanyaan itu adalah ,”Bagaimana cara mengetahui bahwa strategi SEO Anda berhasil?”

Maka dari itu, penting untuk mempersenjatai diri Anda dengan beberapa metrik SEO yang andal sehingga Anda dapat mengukur hasil dan mengidentifikasi kinerja SEO website Anda, dan peluang baru untuk optimasi. Pada artikel ini, saya membahas beberapa KPI SEO (key performance indicator) terpenting, serta tools yang dapat membantu Anda menemukan metrik ini.

Melacak KPI SEO bukan sekadar mengukur kinerja SEO

Tujuan (objective) dan KPI adalah komponen penting dari strategi SEO Anda yang sering diabaikan. Tidak mungkin melacak kemajuan kampanye Anda secara efektif tanpa KPI. Bukan rahasia lagi bahwa SEO membutuhkan waktu untuk membuahkan hasil. Biasanya membutuhkan waktu 3-6 bulan paling minimal, dan ini juga tergantung niche dan algoritma Google. Namun, dengan menetapkan KPI SEO atau indikator kinerja utama, Anda dapat menunjukkan dampak strategi pada bisnis dengan lebih baik. Metrik dalam KPI SEO ini juga dapat membantu Anda mengelola ekspektasi pemangku kepentingan (bos, klien atau manager Anda).

KPI SEO harus menjadi dasar dari strategi Anda, digunakan untuk melacak kemajuan dan mengukur kesuksesan.

Efektivitas setiap upaya SEO ditentukan oleh bagaimana Anda menetapkan tujuan SEO Anda dan mengukur efeknya. Marketers bertanggung jawab atas hal ini karena, secara umum, tujuan utama setiap perusahaan adalah untuk meningkatkan laba (profit).

Bersama dengan tim digital marketing Anda, Anda dapat mengukur KPI SEO dan meninjau upaya SEO secara teratur. Dalam hal KPI SEO, pengoptimalan situs web yang baik melibatkan hasil dimana Anda dapat menjangkau audiens yang tepat dengan cost yang seefisien mungkin.

Dalam panduan ini, saya akan menjelaskan 12 KPI SEO terpenting yang harus Anda gunakan.

1. Organic Traffic

Trafik organik dari mesin pencari seperti Google adalah KPI yang paling penting untuk dilacak dalam SEO karena itu adalah tujuan akhir dari strategi. Dalam metrik pertama ini, carilah peningkatan yang stabil dalam sesi organik, yang biasanya sangat bertahap dan terasa lambat dan hampir tidak terlihat. Nilai upaya SEO Anda dapat lebih dipahami dengan membandingkan lalu lintas organik dari waktu ke waktu, biasanya melalui grafik dari tahun ke tahun.

Cara memeriksa metrik trafik organik:

  • Masuk ke Google Analytics
  • Klik Acquisitions
  • Klik All Traffic
  • Klik Channels

Jika memungkinkan, tetapkan rentang tanggal target setidaknya satu bulan untuk pelaporan bulanan. Namun, Anda bisa menyesuaikan berdasarkan data periode yang Anda butuhkan. Misalnya, Anda juga dapat menggunakan periode atau tahun sebelumnya sebagai patokan untuk perbandingan dalam laporan Anda.

Lalu lintas organik Anda cenderung tidak berfluktuasi secara signifikan seiring pertumbuhan situs web Anda. Segmen yang lebih kecil dari situs web Anda, seperti blog, katalog produk, dll, atau bahkan satu halaman akan menjadi fokus yang penting saat memulai untuk memeriksa kinerja satu per satu. Melihat lalu lintas SEO tiap halaman secara terpisah akan memberi Anda gambaran yang jauh lebih rinci tentang apa yang terjadi dengan kinerja pencarian Anda. Hal ini tentu dapat dilakukan dengan membuat segmen khusus atau menggunakan opsi filter Google Analytics.

2. Branded Traffic

Jika orang secara aktif mencari brand Anda secara online, ini menunjukkan bahwa Anda memiliki strategi branding atau melakukan sebuah branding campaign dengan baik.

Branded traffic dihasilkan ketika kata kunci hasil pencarian ini berisi nama perusahaan Anda dan nama brand Anda yang sudah masuk di peringkat di SERP. Biasanya, para user yang mencari dengan kata kunci jenis branded traffic ini adalah pelanggan Anda atau orang-orang yang ingin mencari tahu mengenai brand Anda. Dan pada umumnya, branded traffic ini memiliki peluang untuk memberikan konversi yang tinggi.

Yang perlu Anda lakukan saat mengimplementasikan strategi SEO Anda, Anda perlu mensegmentasikan hasil pencarian lalu lintas organik Anda dan juga periksa lalu lintas komersial (commercial traffic), yang dihasilkan oleh kata kunci dengan search intent dan maksud yang jelas untuk membeli. Kata kunci ini berisi istilah komersial seperti ‘beli’, ‘pesan’, ‘harga’, dan ‘jual’.

Dengan berkonsentrasi pada komponen komersial pencarian organik Anda, Anda dapat menentukan seberapa kuat posisi perusahaan Anda di niche komersial. Selain itu, lalu lintas komersial dan branded adalah KPI yang ideal untuk dilacak oleh pemasar karena memungkinkan pengukuran kesadaran merek (brand awareness) secara keseluruhan.

Di Google Search Console, Anda dapat melihat semua daftar kueri branded Anda, serta view dan kliknya. Dan jika Anda menghubungkan Search Console ke Google Analytics, Anda akan memiliki akses ke semua statistik ini di satu dashboard.

Cara memeriksa metrik branded traffic:

  • Masuk ke Google Analytics
  • Arahkan ke Acquisition
  • Pilih Google Search Console
  • Pilih Kueri dari navigation bar dan gunakan filter lanjutan dan buat dimensi untuk membatasi pencarian Anda ke kueri yang berisi nama perusahaan Anda.
  • Klik Apply!

3. Keyword Ranking (Peringkat kata kunci)

Keyword rangking atau peringkat kata kunci adalah metrik yang menandakan bahwa halaman Anda muncul di hasil pencarian untuk kata kunci tertentu. Semakin tinggi peringkat halaman Anda dalam pencarian, semakin banyak pengunjung yang Anda dapatkan. Yang perlu diketahui adalah lalu lintas SEO sangat sensitif bahkan terhadap perubahan kecil dalam peringkat kata kunci. Satu perubahan posisi dapat memengaruhi ribuan pengguna. Sangat penting untuk memantau peringkat kata kunci / keyword ranking website Anda dan merespons perubahan dengan cepat.

Jika kita kembali ke tahun 2015, peringkat kata kunci adalah satu-satunya cara atau KPI untuk menilai kinerja operasi SEO. Namun, seiring perjalanan waktu dan perubahan algoritma tentu saja KPI tidak semata-mata didasarkan pada hal ini saja. Mengapa? Jawabannya karena ada pencarian semantik.

Zaman dulu (sekitar 5 tahun yang lalu), sebagian besar bisnis (website) melacak sejumlah kecil kata kunci dan menilai keberhasilan strategi mereka berdasarkan kata kunci tersebut. Akan tetapi, karena pencarian semantik ini, pada saat Anda sekarang (2021), menghasilkan satu konten, konten Anda bisa terindeks dan mendapatkan ratusan, dan seringkali ribuan kata kunci yang berbeda. Yes, hanya dengan satu konten saja!

Belum lagi ada faktor pencarian yang dipersonalisasi, yang berarti bahwa pencari yang berbeda mungkin melihat hasil yang sedikit berbeda untuk kueri yang sama tergantung pada konfigurasi dan lokasi komputer mereka juga.

Cara memeriksa metrik keyword ranking atau peringkat kata kunci:

  • Anda dapat menggunakan fitur pelacakan kata kunci (keyword ranking) pada Software SEO favorit Anda.

Sangat penting untuk membedakan penurunan ranking yang di sebabkan oleh Google Dance dan penurunan ranking yang sebenarnya atau penurunan ranking yang benar-benar terjadi. Google Dance ini adalah periode di mana Google mengubah sedikit hal dalam algoritmanya yang akan membangun kembali peringkat Anda sehingga grafik ranking akan berfluktuasi secara luas selama tiga hingga lima hari.

Jadi, jika Anda melihat sedikit perubahan dalam peringkat Anda, tunggu hingga satu minggu untuk menentukan apakah itu kesalahan atau hanya sekadar Google Dance. Dan jika situasinya tidak membaik dengan sendirinya, inilah saatnya untuk memeriksa halaman kompetitor yang mendapatkan ranking dan melakukan strategi optimasi on-page SEO untuk halaman Anda.

4. CTR Organik

Meskipun CTR (Click-through rate) digunakan sebagai faktor peringkat, pada kenyataannya adalah semakin tinggi CTR organik Anda, semakin besar jumlah orang yang akan mengeklik cantuman Anda di halaman hasil mesin telusur. Nilai dari CTR organik ini adalah sesuatu yang harus Anda lacak, baik di tingkat halaman maupun di tingkat kueri.

CTR (Click-through rate) adalah metrik langsung yang menunjukkan persentase orang yang mengunjungi halaman Anda setelah mereka melakukan pencarian yang menghasilkan tayangan. Semakin tinggi angka CTR, semakin baik!

Anda perlu memeriksa ini untuk menentukan seberapa relevan tag judul (title tag) dan deskripsi meta Anda pada cuplikan (elemen yang muncul di SERP) atau snipet Anda dalam kaitannya dengan kueri tertentu, rasio CTR organik menjadi sangat penting.

Sekali lagi, dalam mengukur CTR organik, Anda memerlukan konteks. Akan tetapi, lewat penelitian yang dilakukan Backlinko, rasio rata-rata CTR organik yang diharapkan dapat diterima oleh setiap posisi halaman pertama di SERP adalah sebagai berikut:

  • Posisi 1: 31,73% CTR
  • Posisi 2: 24,71% CTR
  • Posisi 3: 18,66% CTR
  • Posisi 4: 13,60% CTR
  • Posisi 5: 9,51% CTR
  • Posisi 6: 6,23% CTR
  • Posisi 7: 4,15% CTR
  • Posisi 8: 3,12% CTR
  • Posisi 9: 2,97% CTR
  • Posisi 10: 3,09% CTR

Cara memeriksa CTR organik :

  • Anda harus masuk ke Google Search Console > klik pada kinerja (performance) dan pilih halaman yang Anda mau.
  • Bandingkan CTR dari data Google Search Console Anda dengan grafik di atas.

Saat Anda membandingkan CTR Anda sendiri dengan ini, Anda akan segera melihat apakah kinerja Anda melebihi rata-rata atau apakah Anda perlu meningkatkan kinerja Anda. Jika Anda sudah masuk ke halaman utama Google, namun CTR Anda masih rendah dibandingkan rasio rata-rata CTR, Anda harus mengubah Title Tag dan meta deskripsi menjadi lebih relevan untuk pencarian.

5. Visibilitas Pencarian Organik

Visibilitas pencarian organik adalah KPI yang solid yang dapat Anda lacak untuk menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Meskipun pada dasarnya, jumlah impresi atau tayangan tidak menghasilkan klik, metrik impresi untuk mengukur visibilitas organik adalah cara yang bagus untuk menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan situs Anda.

Misalnya Anda baru saja membuat website dan membuat beberapa konten yang mencoba menargetkan kata kunci tertentu. Pada bulan ke-3 atau 6, bisa saja Anda belum masuk di halaman utama, namun Anda dapat melihat perkembangan situs dan strategi SEO Anda dengan mengukur impresi yang ada.

Cara memeriksa visibilitas pencarian organik:

  • Google Search Console adalah alat yang hebat untuk melacak dinamika visibilitmasuk ke Google Search Console > klik pada kinerja (performance) dan pilih halaman yang Anda mau.
  • Lihat impression halaman tersebut dalam pencarian.

6. Bounce Rate

Selain membantu Anda menentukan apakah konten Anda menarik pengunjung, rasio pentalan atau yang akrab disebut bounce rate inu juga dapat membantu Anda menentukan seberapa relevan konten Anda dengan kueri penelusuran yang diberi peringkat di Google. Bounce rate adalah metrik yang menghitung persentase sesi saat pengguna memuat halaman, lalu langsung keluar tanpa melakukan tindakan apa pun.

Sebagai hasil dari bounce rate yang tinggoi, user cenderung tidak berkonversi dari lalu lintas mereka. Jika Anda memiliki nilai bounce rate yang tinggi, Anda perlu melakukan perbaikan, misalnya dalam hal kecepatan atau waktu loading website. Perubahan kecil seperti ini dapat membuat perbedaan. tetapi jika Anda tidak melacaknya secara teratur, Anda mungkin kehilangan kesempatan.

Cara memeriksa metrik rasio bounce rate:

  • Jika Anda menggunakan Google Analytics, Anda dapat menemukan rasio bounce rate situs dan halaman Anda di bawah behavior > site content > all pages.

Rata-rata rasio bounce rate yang baik berkisar antara 40% dan 60%. Rasio 40-60% berarti ekspektasi kita adalah setengah dari semua sesi kunjungan akan berakhir tanpa mengambil tindakan apapun. Tentu saja hal ini tidak bisa digeneralisasikan ya! Karena setiap hal akan sangat berbeda tergantung pada industri/niche Anda.

Bounce rate adalah KPI penting karena nilainya menunjukan kepuasan pengunjung terhadap permintaan pencarian yang merupakan prioritas utama untuk algoritma mesin pencari. Saat pengguna (atau pengunjung) mencari kata kunci, Google ingin menunjukkan kepada mereka hasil yang paling relevan dan berkualitas tinggi yang mengatasi masalah tersebut.

7. Average session duration

Berapa lama biasanya pengunjung Anda menghabiskan waktu di situs web Anda? Apakah Anda mencoba membujuk mereka untuk tinggal lebih lama? Metrik Average Session Duration atau durasi sesi rata-rata adalah metrik penting untuk dipertimbangkan saat mengukur keterlibatan (engagement) pengguna di situs web Anda.

Dengan memantau durasi sesi, Anda akan dapat menilai kualitas situs Anda dan menentukan apakah diperlukan perubahan pada strukturnya. Anda harus membuat struktur konten yang mendalam untuk memiliki durasi sesi yang lebih lama: seperti memasukan tautan internal, memiliki breadcrumbs dan site map yang baik, dan lainnya.

Average session duration adalah KPI yang penting karena menunjukkan kualitas konten situs Anda serta seberapa termotivasi pengguna untuk tetap tinggal, membaca, dan mengklik lebih dalam ke arsitektur situs

Cara memeriksa metrik durasi rata-rata sesi pengguna:

Masuk ke Google Analytics dengan membuka Perilaku > Konten Situs > Semua Halaman.

Semakin banyak waktu yang dihabiskan pengguna di halaman, semakin pula pengguna tersebut merasa engaged. Dan semakin terlibat seseorang, semakin besar kemungkinan mereka akan berkonversi (Ingat, konsep AIDA!). Maka dari itu, Anda harus mengukur waktu rata-rata di halaman untuk situs Anda, baik di seluruh situs maupun di tingkat halaman, dan jika ada penurunan sesi durasi rata-rata, Anda harus membuat konten yang lebih menarik.

8. Audience Retention

Jumlah pengunjung yang kembali ke situs Anda adalah KPI penting lainnya yang harus dilacak untuk pengoptimalan kinerja. Seperti yang ditegaskan oleh John Mueller, Anda membutuhkan lebih banyak pengunjung loyal, dimana ini menandakan bahwa adanya aspek kepercayaan audiens, otoritas website Anda, dan kesadaran merek (brand awareness).

Menumbuhkan audiens permanen Anda adalah hal penting karena ini menunjukkan bahwa situs Anda atau perusahaan Anda mampu membangun hubungan jangka panjang. Tetapi juga karena Anda telah memenuhi target audiens Anda di luar sana.

Tingkat retensi audiens merupakan KPI penting bagi media dan blogger karena menunjukkan seberapa dalam mereka terlibat dengan pengunjung, serta apakah pengguna menyukai situs mereka dan menganggap konten website, blog dan media tersebut bermanfaat atau tidak.

Cara memeriksa metrik retensi audiens (audience retention):

  • Masuk ke Google Analytics > Pilih tab Audience

Akan ada gambaran dan data persentase sesi yang dilakukan oleh pengguna yang kembali, jumlah tampilan halaman per pengguna, durasi sesi, dan statistik penting lainnya tentang audiens situs Anda, semuanya tersedia di sini.

Anda juga dapat melihat perincian berdasarkan hari, minggu, atau bulan, serta persentase pengguna yang kembali ke situs web Anda tingkat lanjut. Dengan cara;

  • Masuk ke Google Analytics > Pilih tab Audience > Pilih “Cohort Analysis in Google Analytics” untuk melacak indikator ini secara lebih rinci.
  • Tetapkan Ukuran Kelompok dan Rentang Waktu, lalu pilih metrik Retensi Pengguna.

Dengan cara ini, Anda dapat mengukur kampanye paling sukses yang telah Anda jalankan dan melihat di mana Anda perlu melakan peningkatan.

9. Conversion Rate (Tingkat konversi organik)

Sementara ROI secara finansial adalah KPI menyeluruh yang diperjuangkan banyak bisnis, mendapatkan konversi dengan SEO tentu membutuhkan waktu dibandingkan dengan Ads. Mengukur dan melacak konversi organik, baik penjualan, prospek (leads), atau keduanya, adalah metrik yang biasanya digunakan oleh sebagian besar bisnis untuk menunjukkan kesuksesan strategi SEO karena to-do-point dan mudah dilakukan.

Pastikan Anda mengetahui tolok ukur konversi sebelum mulai mengerjakan kampanye; jika tidak, akan sulit untuk menunjukkan peningkatan atas apa yang dihasilkan sebelumnya. Disarankan agar Anda menggunakan rata-rata konversi yang dihasilkan dalam tiga bulan sebelum dimulainya kampanye sebagai tolok ukur untuk mengukur pertumbuhan.

Cara memeriksa metrik tingkat konversi organik:

  • Konversi dapat dilacak di Google Analytics dengan mengukur sasaran untuk konversi prospek dan menggunakan laporan e-commerce untuk melacak penjualan lewat sales funnel.

10. Backlink

backlink atau tautan balik adalah salah satu dari tiga faktor peringkat utama Google, dan tidak ada indikasi bahwa ini akan berubah dalam waktu dekat. Anda harus mengetahui status profil tautan Anda saat ini, baik dalam hal mengidentifikasi backlink baru yang Anda peroleh dan apakah Anda memiliki backlink yang sifatnya toxic.

Anda harus melacak metrik tautan berikut:

  • Jumlah total backlink
  • Jumlah total backlink
  • Jumlah total domain yang memberikan backlink (refering domain)
  • Jumlah backlink yang hilang
  • Jumlah backlink yang diperoleh
  • Toxic link

Cara memeriksa metrik backlink:

  • Anda memerlukan Perangkat Lunak SEO favorit Anda untuk melakukan analisis backlink

11. Core Web Vitals

Google baru-baru ini memperkenalkan Core Web Vitals sebagai metrik pengalaman pengguna (user experience) terbaru dan faktor peringkat potensial. Untuk saat ini, ada tiga faktor penting yang berfokus kepada kecepatan halaman. Akan tetapi, Google juga telah mengisyaratkan bahwa lebih banyak metrik UX akan ditambahkan di masa mendatang.

Terlepas dari kenyataan bahwa ada banyak metrik SEO teknis lainnya yang tersedia, saya percaya bahwa Core Web Vitals ini adalah KPI yang tepat untuk disertakan di dashboard dan laporan kinerja SEO karena mereka akan segera menjadi titik fokus pengoptimalan SEO secara technical.

Cara memeriksa metrik Core Web Vitals:

  • Masuk ke Google Search Console > Pilih Enhancements > Dan pilih Core Web Vitals

Setelah melihat laporan core web vitals di Google Search Console, Anda bisa melihat apakah ada masalah teknikal pada website Anda. Jika ada, ingatlah untuk menjadwalkan waktu Anda dan memperbaiki masalah teknikal yang berpengaruh pada optimasi konten.

12. ROI SEO

Tujuan akhir dari hampir setiap strategi SEO bisnis adalah untuk menghasilkan laba atas investasi. Apakah Anda setuju? Melacak ROI (return of investment) dari aktivitas SEO Anda sangat penting karena ini adalah ukuran kesuksesan terbaik.

Cara mengukur metrik ROI SEO:

Anda bisa mengukur ini secara gamblang dan tujuannya adalah pemanfaatan sumber daya finansial dan sumber daya manusia secara lebih baik.

Namun, perlu saya tegaskan kembali bahwa perlu waktu untuk melihat ROI dari SEO, biasanya seringkali enam hingga dua belas bulan atau lebih. Hal ini tergantung pada niche dan kompetisinya.

PR Anda adalah mengetahui apa target ROI Anda, dan mengukur kinerja Anda terhadapnya secara teratur untuk memahami proses dan melaporkan peningkatannya secara berkala. Anda dapat menghitung ROI berdasarkan investasi SEO Anda dan pendapatan yang dihasilkan oleh saluran SEO.

Simpulan

Indikator kinerja utama (KPI) adalah alat yang berguna untuk mengevaluasi hasil SEO Anda. Akan tetapi, Anda tidak perlu melacak semua metrik tidak sekaligus. Pilihlah metrik KPI SEO berdasarkan tujuan proyek dan objective kampanye marketing Anda.

Tentukan tujuan Anda dalam perencanaan strategi SEO Anda lebih dulu. Sepakati dengan para pemegang kepentingan (bos, klien, atau manager Anda). Apa yang Anda harapkan untuk dicapai?

Sebagai contoh, jika Anda ingin meningkatkan jumlah pengunjung sebesar 35% pada akhir tahun, tentukan tujuan tersebut dalam pengaturan tujuan Anda. Sebelum Anda mulai, tentukan berapa banyak sumber daya finansial dan sumber daya manusia yang ingin Anda keluarkan untuk SEO.

Pastikan Anda menggunakan SEO software favorit Anda atau alat pelacakan gratis seperti Google Analytics, atau sistem CRM untuk melacak posisi customer atau pelanggan Anda pada sales funnel saat proses konversi.

Semoga metrik KPI SEO ini dapat Anda gunakan sebagai acuan mengukur strategi SEO Anda. Selamat mencoba dan semoga sukses!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *