Perbedaan dan Hubungan Antara Marketing dan Komunikasi

Hubungan Antara Marketing dan Komunikasi

Marketing Communication atau marketing komunikasi bagi sebagian individu adalah hal yang akan terdengar ringan dan mudah, namun hal tersebut justru memiliki dampak besar bagi bisnis. Setiap pebisnis akan melalui masa dimana kondisi yang tidak selalu baik dan menguntungkan. Dan tentu terdapat banyak faktor yang mendukung serta mempengaruhi kondisi tersebut. Untuk itu, akan lebih baik jika Anda memahami lebih dulu tentang marketing, komunikasi, dan marketing komunikasi serta baurannya.

Marketing, Komunikasi, dan Marketing Komunikasi

Ingin tau unsur unsur marketing komunikasi lebih dalam lagi? Ternyata jika di telisik lebih jauh, marketing komunikasi tidak sesederhana yang dilihat melainkan menjadi salah satu konsep terpenting yang diupayakan oleh hampir setiap perusahaan. Setiap unsur yang ada memiliki peran masing masing namun saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Untuk itu, mari kita ulas lebih dalam lagi tentang pengertian serta penjelasan unsur dari marketing komunikasi!

Baca juga: Konsep Dasar Digital Marketing Untuk Pemula

Pengertian Marketing

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Marketing atau pemasaran adalah proses, cara, perbuatan memasarkan barang dagangan. Marketing menyebarluaskan informasi ketengah tengah masyarakat. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa konsep terpenting dari marketing adalah kebutuhan, keinginan dan permintaan untuk menciptakan kepuasan antara penjual dan pembeli.

Bauran Marketing (Marketing Mix)

konsep bauran pemasaran 7ps marketing mix

Marketing Mix atau yang akrab dengan sebutan bauran pemasaran berawal dari 4P, yaitu (product, price, placement, dan promotion) merupakan aspek dasar dari bauran marketing. Namun, seiring dengan perkembangan dan pembaharuan teknologi digital untuk mempertahankan relevansi market, pada tahun 1981 Booms dan Bitner menambahkan 3P (people, process dan physical evidence). Sehingga saat ini Marketing Mix kerap diperkenalkan dengan unsur 7P:

  • Product
  • Price
  • Place
  • Promotion
  • Process
  • People
  • Physical Evidence

Pengertian Komunikasi

Komunikasi adalah proses sosial dalam penyampaian informasi atau pesan antar individu baik langsung maupun melalui suatu media agar dapat tersampaikan dengan baik dan dapat dipahami satu sama lain. Komunikasi yang efektif akan menjadi tolak ukur keberhasilan bisnis dalam proses pemasaran.

Unsur Komunikasi

Unsur komunikasi melibatkan Anda sebagai pemberi pesan, audiens Anda sebagai penerima pesan dan seluruh alat atau tools yang digunakan untuk berkomunikasi dengan audiens dan pelanggan potensial Anda, serta umpan balik yang ada dari proses komunikasi tersebut. Berikut unsur-unsur komunikasi;

  • Pemberi pesan (Sender)
  • Penerima pesan (Recipient)
  • Media atau saluran komunikasi (Channel)
  • Umpan balik (feedback)

Bagaimana Anda berkomunikasi dengan pelanggan dapat menentukan masa depan bisnis Anda. Dan cara Anda berkomunikasi hendaklah disesuaikan dengan target audience atau persona bisnis Anda.

Marketing Komunikasi

Marketing komunikasi adalah segala aktivitas dalam proses pemasaran produk dan jasa, diawali dari pendekatan terhadap masyarakat, menyusun konsep serta megembangkan produk dan jasa tersebut yang bertujuan untuk kepuasan pelanggan. Dan pada akhirnya, perusahaan akan mendapatkan keuntungan.

Bauran Marketing Komunikasi (Marketing Communication Mix)

Marketing Communication Mix atau bauran marketing komunikasi adalah satu kesatuan iklan, hubungan masyarakat, personal selling dan lain sebagainya yang bertujuan untuk melengkapi tahapan pemasaran dan menyampaikan promosi bisnis Anda melalui media sebagai komunikasi.

Bauran marketing komunikasi mengacu pada bagaimana produk dipromosikan kepada audiens dan pelanggan potensial bisnis Anda. Komunikasi yang efektif dapat membuat langkah pemasaran menjadi lebih optimal, yang berarti beberapa faktor penting yang digunakan untuk mempromosikan produk dan layanan.

12 Jenis Marketing Communication Mix

Konsep bauran marketing komunikasi (marketing communication mix)

1. Personal Selling

Personal selling atau penjualan adalah sebuah proses pemasaran produk dan jasa. Penjualan membutuhkan orang melakukannya sebagai tenaga untuk mempromosikannya kepada audiens. Mulai dari bisnis kecil hingga besar pasti memiliki tenaga penjualan, bisnis besar biasanya memiliki manager dan stafnya. Bisnis kecil atau bisnis keluarga, kasir dapat juga bertindak sebagai tenaga penjualan.

2. Advertising

Definisi advertising (periklanan) yang akan dijelaskan adalah iklan yang berbayar yang tersedia di media cetak, dan media elektronik serta digital untuk menarik perhatian audiens. Iklan juga dapat berperan sebagai payung (Umbrella) dari bauran komunikasi yang mencakup faktor lain dari jenis marketing komunikasi.

3. Sales Promotion

Sales Promotion menjadi bagian dari 7P marketing serta dapat menjadi bagian dari bauran komunikasi karena merupakan jenis promosi yang mendetail. Di sisi lain, dalam hal ini sales promotion diarahkan terutama kepada pelanggan, namun dapat dipergunakan untuk karyawan. Contohnya adalah ‘buy one get one free’, memberikan sampel gratis dan lain sebagainya. Dan untuk contoh yang berlaku untuk karyawan adalah menawarkan hadiah dalam kontes penjualan seperti mendatangkan pelanggan baru untuk membeli produk.

4. Direct Marketing

Direct marketing memiliki perbedaan tertentu dari semua jenis penyampaian marketing komunikasi, karakteristik tersebut adalah fokus pada individu yang ditargetkan bisnis Anda, ‘specific call to action (CTA)’ yang memiliki makna ajakan kepada audiens untuk melakukan suatu tindakan seperti menghubungi nomor telepon yang tertera, mengisi formulir online, dan lain lain. Yang terakhir, tentunya semua hal tersebut membutuhkan data pelanggan akurat yang dapat dipertimbangkan untuk penyesuaian pemasaran dimasa yang akan datang.

5. Publicity & Public Relation

Publicity dan Public relations erat kaitannya dengan pendekatan kepada masyarakat untuk dapat membangkitkan minat terhadap produk dan jasa yang Anda tawarkan. Publikasi melalui media  cetak seperti majalah bahkan sosial media tentu akan menghasilkan keuntungan dengan biaya murah bahkan gratis. Contohnya, rumah makan yang berkolaborasi dengan komunitas setempat yang memberikan bantuan‘lunch box’ gratis kepada masyarakat di saat pandemi.

6. Sponsorship

Sponsorship mengacu pada dukungan terhadap acara, aktivitas secara financial atau dari produk yang mereka miliki. Baik bisnis yang sudah besar maupun bisnis yang masih kecil atau berkembang, semua dapat berpartisipasi dalam hal ini. Misalnya, dalam acara olahraga tingkat nasional biasanya memiliki sponsorship utama dan banyak sponsorship kecil yang mendukung mulai dari perlengkapan maupun makanan.

7. Pameran (Exhibitions)

Exhibitions atau pameran saat ini sudah tidak asing lagi terdengar, setiap industri rata rata memiliki jadwal tetap untuk mengadakan pameran. Ini dilakukan untuk mengambil kesempatan emas dengan bertemu dengan loyal customer bahkan calon pelanggan. Namun, hal ini akan menjadi sangat mahal jika diadakan secara personal. Biasanya, bisnis kecil akan turut serta jika pemerintah daerah atau pusat yang mengadakan pameran tahunannya.

8. Packaging

Packaging menjadi sangat menarik ketika bisnis Anda memiliki sesuatu yang dapat ditonjolkan dalam cara pengemasannya. Hal ini akan berpengaruh terhadap keputusan pelanggan untuk mempertimbangkan akan membeli atau tidak produk Anda. Sebagai contohnya, bisnis dengan kategori kesehatan dapat membuat pamflet dengan menyertakan QR code yang terhubung dengan website, social media bisnis Anda agar audiens lebih mudah menjangkaunya. Menjaga segala aspek tetap professional dan terpercaya akan membantu kesuksesan bisnis Anda untuk meningkatkan keuntungan.

9. Point-of-sale

Produk dengan label point-of-sale biasanya akan di presentasikan langsung di tempat penjualan dengan posisi dekat dengan kasir atau tempat pembayaran. Tujuannya adalah beberapa pelanggan akan mengambil produk pada menit terakhir secara impulsif dan membelinya. Produk yang di pajang berupa produk yang berukuran kecil seperti permen, cokelat dan lain lain.

10. Word of Mouth

Word of mouth marketing banyak diterapkan perusahaan karena gratis. Namun, effort yang cukup menantang karena tidak seorangpun dapat mengendalikan siapa dan apa yang di informasikan terkait bisnis Anda. Anda dapat menerapkan strategi yang akan menunjang keberhasilan pemasaran produk Anda.

  • Promosikan produk Anda dengan memberikan sampel kepada pelanggan. Pelanggan akan membicarakan bisnis Anda jika mereka puas atas produk yang ditawarkan.
  • Dengan pelayanan yang sempurna dan bagaimana Anda memperlakukan pelanggan dengan baik. Dengan begitu, pelanggan akan tersanjung dan merasa dihargai.
  • Libatkan pelanggan dalam proses pengambilan keputusan perusahaan Anda dengan cara mengisi survey baik langsung maupun secara online.
  • Menjaga hubungan dengan pelanggan dengan memberikan informasi tentang produk terbaru ataupun diskon secara berkala baik langsung maupun surat kabar, link in bio instagram, atau email newsletter.

11. Internet (New Media)

Internet marketing mencakup PPC (Pay-Per-Click), Spanduk, email, bulletin dan social media. Social media marketing seperti Facebook, Twitter dan Instagram. Ini dapat membantu memasarkan produk dengan lebih efektif. Namun, untuk melengkapi promosi tersebut ada baiknya tetap menggunakan pemasaran secara tradisional dengan media cetak, karena tidak semua masyarakat dapat mengakses internet.

12. Brand Identity

Citra perusahaan menunjukan daya tarik visual perusahaan sebagai identitas. Mulai dari logo dan warna harus terlihat professional dan konsisten untuk menumbuhkan kepercayaan audiens. Dengan begitu, pelanggan akan melihat bahwa perusahaan Anda lebih baik dibanding kompetitor dibidangnya yang cenderung tidak serius dalam hal desain.

Apa Pentingnya Marketing Komunikasi?

Penerapan marketing komunikasi merupakan strategi marketing yang diupayakan perusahaan untuk jangka panjang. Poin pertama yang paling penting adalah menciptakan brand awareness, ini berlaku untuk bisnis lama dan baru. Selanjutnya, marketing komunikasi berperan sebagai media untuk mendekatkan pelanggan dengan produk yang Anda tawarkan untuk menghindari kesalahpahaman yang sering terjadi. Tidak kalah penting, tujuan marketing komunikasi adalah memotivasi konsumen untuk membeli produk secara terus menerus. Biasanya dalam iklan disisipkan kalimat persuasif untuk mengingatkan pelanggan akan manfaat produk daripada kompetitor lain.

Baca juga:

Strategi Marketing Komunikasi Sederhana

Saat akan mencoba membuat rencana (planning) untuk strategi marketing komunikasi, sederhananya ada 4 aspek yang harus ada, yaitu:

1. Riset Target Market dan Kompetitor

Mengenali siap target bisnis Anda menjadi hal utama yang menunjang kesuksesan perusahaan. Dengan audiens yang tepat, produk yang Anda pasarkan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Untuk itu penting juga untuk menganalisa kompetitor bisnis Anda, ciptakan keunikan dari produk yang Anda miliki untuk menarik perhatian pelanggan potensial Anda.

2. Menciptakan Unique Selling Point (USP)

Pastikan Anda memiliki produk yang memiliki manfaat lebih di tunjukan sebagai solusi dari kebutuhan masyarakat. Menentukan Unique Selling Point sangat penting agar produk Anda berbeda dari kompetitor meskipun kategori bisnis yang sama. Dan pada akhirnya, pelanggan akan mengingat produk Anda dan konsisten menggunakannya.

3. Konsistensi

Konsistensi selalu menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan oleh perusahaan. Layanan yang diberikan harus tulus, mengutamakan kepuasan pelanggan dan informasi yang sudah ada baiknya dijalankan dengan konsisten agar audiens tetap percaya dan terus menerus mengingat produk dari bisnis Anda. Biasanya ada satu tema payung seluruh kegiatan komunikasi dalam suatu perusahaan. Menjadi konsisiten mengenai tematik tertentu akan membantu brand Anda tumbuh.

4. Evaluasi Umpan Balik

Strategi yang terakhir yaitu mengevaluasi keefektivitasan marketing komunikasi antara perusahaan dan pelanggan atau calon pelanggan. Hal ini dapat membantu bisnis Anda terus berkembang dengan memperbaiki apa yang belum dilakukan ataupun sudah dilakukan namun masih belum optimal. Jadi, biasanya sebelum kampanye marketing komunikasi, ada kondisi sebelum kampanye dan kondisi setelah kampanye. Apakah ada kenaikan sales? Apa angka engagement atau keterlibatan naik? Nah, ini semua harus tercatat dan dievaluasi kembali.

Penutup

Demikian perbedaan antara marketing, komunikasi, dan marketing komunikasi serta hubungannya satu sama lain. Apakah Anda sudah memahami apa itu marketing komunikasi dan seluruh unsur yang menyertainya? Marketing Komunikasi sangat penting dan bermanfaat bagi perusahaan. Selain hasil yang dirasakan akan bertahan lama, citra perusahaan juga akan meningkat seiring dengan keuntungan materi yang dihasilkan. Semoga sampai di sini Anda sudah bisa membedakan dan memahami konsep dasarnya ya. Salam sukses!

Penulis: Hilda Oktarida
Editor: Yoan Letsoin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *