Panduan Lengkap Search Intent Dalam SEO

Definisi Search Intent

Apakah Anda sudah berusaha mengoptimasi konten dan website Anda tetapi masih tidak dapat meningkatkan performa SEO? Kemungkinan besar konten Anda belum berhasil memenuhi search intent pengguna. Memahami dan memanfaatkan search intent dapat sangat membantu mengarahkan kita untuk merancang konten yang teroptimasi dengan baik dan menjawab berbagai pertanyaan pengguna. 

Apa itu search intent?

Pertama-tama, mari kita mengenal definisi search intent terlebih dahulu. Search intent adalah tujuan utama pengguna melakukan pencarian kata kunci di mesin pencari. Sering kali search intent juga sangat spesifik, sehingga pengguna yang berbeda dapat memiliki search intent yang berbeda juga.

Sebagai contoh, ketika pengguna mencari kata kunci “ayam goreng”, pengguna A bisa saja memiliki search intent untuk mengetahui lokasi restoran ayam goreng terdekat, sedangkan search intent pengguna B adalah untuk mengetahui resep ayam goreng. 

Empat tipe search intent beserta contohnya

Terdapat empat jenis search intent berdasarkan tujuan pencariannya, yaitu: 

1. Informational intent

Pengguna dengan informational intent berfokus untuk mencari informasi lebih lanjut mengenai suatu topik tertentu, biasanya topik-topik yang memerlukan jawaban lebih spesifik dan mendalam. Dengan informational intent, pengguna biasanya melakukan pencarian dengan kata kunci umum.

contoh Informational search intent kata kunci on page seo

Pencarian dengan informational intent biasanya mengandung kata-kata seperti informasi, cara terbaik untuk melakukan sesuatu, bagaimana (cara untuk melakukan sesuatu), dan lainnya. Sebagai contoh, pengguna ingin mengetahui informasi mengenai SEO. Maka pengguna cukup memasukkan kata kunci “SEO” atau “cara melakukan optimasi on page SEO” dan mesin pencari akan menampilkan konten-konten yang sesuai.

2. Navigational intent

Tipe search intent kedua adalah navigational intent. Pengguna yang memiliki navigational intent biasanya ingin mengunjungi suatu website atau laman tertentu tetapi tidak mengetahui nama domain yang ingin mereka tuju.

Contoh Navigational Intent kata kunci Cinta Laura Instagram

Sebagai contoh, pengguna baru ingin mengakses Google Search Console, tetapi tidak mengetahui domainnya. Pengguna cukup memasukkan kata kunci “Google Search Console” di mesin pencari dan hasil pencarian akan membantu mengarahkan pengguna ke laman tersebut. Atau ketika Anda stalking profile seseorang. Anda mungkin akan menuliskan kata kunci berupa “nama lengkap + nama website”, seperti “septi liberty linkedin”, atau “cinta laura instagram”

3. Commercial intent

Pengguna dengan commercial intent biasanya sudah memiliki keinginan untuk melakukan pembelian. Nah sebelum memutuskan, pengguna biasanya akan melakukan pencarian lebih lanjut untuk mengetahui informasi lebih rinci mengenai produk, merek, atau penyedia layanan yang mereka inginkan. Pada titik ini, pengguna sudah tidak lagi sekedar mencari informasi umum. Pertimbangan mereka telah mengerucut pada pilihan-pilihan tertentu, sehingga mereka memerlukan informasi tambahan sebelum memilih produk yang tepat.

Contoh search intent commercial intent kata kunci jasa seo batam

Contoh kata kunci yang dipakai dalam pencarian jenis ini misalnya “penyedia layanan SEO terbaik”, “restoran Italia terbaik di Jakarta”, “review iPod Pro”.

4. Transactional intent

Setelah melewati tahapan commercial intent, perjalanan pembelian pengguna biasanya akan berlanjut ke transactional intent. Sesuai dengan namanya, pengguna dengan transactional intent biasanya bertujuan untuk melakukan transaksi atau pembelian produk, jasa, maupun paket berlangganan layanan online. Karena sudah memiliki tujuan untuk melakukan pembelian, pengguna biasanya menggunakan kata kunci yang spesifik dan mengandung nama merek atau penyedia layanan. Biasanya, kata kunci transaksional mengandung kata-kata seperti beli, jual, potongan harga, langganan, dan lain sebagainya.

contoh search intent transactional kata kunci harga langganan netflix

Sebagai contoh, pengguna ingin berlangganan layanan Spotify Premium. Maka pengguna cukup mengetikkan “langganan Spotify premium” dan mesin pencari akan mengarahkan ke laman yang sesuai di website Spotify. 

Mengapa search intent penting?

Sampai di sini, mungkin Anda mulai bertanya-tanya seberapa penting search intent dan bagaimana search intent dapat mempengaruhi performa SEO website. Berikut alasan mengapa search intent penting dan harus dijadikan sebagai panduan dasar mengembangkan konten.

1. Google mengutamakan search intent pengguna

Seperti yang sudah kita ketahui, Google selalu berusaha untuk memuaskan pengguna dengan menyediakan hasil pencarian yang relevan dan dapat menjawab pertanyaan pengguna dengan tepat. Oleh karena itu, search intent sangat mempengaruhi peringkat website pada SERP.

Sebagai contoh, ketika pengguna tertarik untuk mengetahui cara optimasi website menggunakan on-page SEO tetapi SERP malah menampilkan hasil-hasil pencarian yang berisi optimasi website secara off-page. Kecil kemungkinan pengguna akan mengunjungi laman tersebut, sehingga Google akan menerima sinyal bahwa laman yang muncul di SERP tidak sesuai dan tidak menjawab search intent pengguna. Akibatnya, website lain dengan konten yang lebih sesuai dan berpotensi memberi solusi yang tepat bagi pengguna akan mendapat peringkat lebih tinggi pada SERP.

2. Search intent memperluas reach konten di berbagai tingkat funnel marketing

Tidak bosan-bosannya kami akan mengingatkan pentingnya menjadikan search intent sebagai dasar dalam merancang dan menulis konten. Semakin spesifik konten Anda untuk menjawab search intent tertentu di berbagai tingkatan funnel marketing, maka semakin banyak juga pengguna yang dapat Anda jangkau, mulai dari pengguna yang baru mengetahui bisnis Anda, hingga pengguna yang telah siap melakukan pembelian.

3. Search intent dapat membantu meningkatkan peringkat website di SERP

Kunci memenangkan persaingan peringkat pada SERP terletak pada relevansi konten, otoritas website, dan kepuasan pengguna. Relevansi konten berhubungan erat dengan user behavior alias perilaku pengguna. Bila pengguna menganggap bahwa konten yang website Anda sajikan relevan dan solutif, kecil kemungkinan pengguna akan kembali ke laman hasil pencarian Google dalam hitungan detik dan mengecek hasil SERP lainnya.

Selanjutnya, otoritas website berhubungan erat dengan backlink yang website Anda terima. Namun, jangan lupakan juga pentingnya membangun internal linking yang rapi dan kuat. Dengan internal linking yang baik, kita seolah sedang mengkomunikasikan kepada Google bahwa kita memiliki pengetahuan mendalam mengenai topik tertentu dan semuanya tersaji dengan baik melalui konten-konten website kita.

Kemudian, user satisfaction alias kepuasan pengguna. Fokus dari kepuasan pengguna adalah menyajikan konten yang menyajikan nilai lebih, khususnya apabila dibandingkan dengan konten kompetitor.

Manfaat search intent untuk SEO

Selain untuk memenangkan peringkat pada SERP, berikut manfaat search intent untuk SEO lainnya.

1. Menurunkan bounce rate

Konten yang tersedia tentu saja akan mempengaruhi cara pengunjung berinteraksi dengan website Anda. Apabila konten yang Anda sediakan komprehensif dan berhasil menjawab sebagian besar, atau lebih baik lagi semua pertanyaan pengunjung, maka pengunjung akan menghabiskan waktu lebih banyak di website Anda. Hal tersebut akan sangat membantu untuk menurunkan bounce rate website.

2. Meningkatkan jumlah page views

Berkaitan dengan poin di atas, apabila konten Anda berhasil menjawab tujuan pencarian pengunjung, maka kemungkinan besar pengunjung yang sama juga akan berinteraksi dengan laman-laman lain di website Anda. Dengan demikian, page views dari laman-laman tersebut pun akan meningkat.

Baca juga: 12 Metrik KPI SEO yang Harus Anda Ukur! 

3. Meningkatkan potensi featured snippets

Konten-konten yang teroptimasi dengan baik memiliki kemungkinan lebih besar untuk menjadi featured snippet pada SERP Google. Dengan demikian, konten akan ditampilkan sebagai posisi 0, di atas hasil pencarian pertama.

Baca juga: Cara Lengkap Optimasi Konten untuk Featured Snippet di Google

4. Meningkatkan jangkauan audience reach

Manfaat lain dari memiliki konten-konten yang teroptimasi dengan search intent adalah algoritma Google dapat mengenali dan mengelompokkan pertanyaan-pertanyaan yang saling berhubungan. Hal tersebut berarti konten-konten Anda berpotensi untuk ditampilkan sebagai hasil untuk lebih banyak pencarian pengguna.

Bagaimana cara menentukan search intent?

1. Memilih keyword modifiers yang tepat

Keyword modifiers dapat menjadi indikator yang baik untuk search intent. Namun, bagaimana cara untuk menentukan modifiers yang tepat? Anda dapat memanfaatkan tool untuk keyword research, seperti SEMRush. Selain itu, Anda juga dapat memilih modifiers dengan melakukan riset pada featured snippet Google. Misalnya Anda ingin menargetkan kata kunci dengan informational intent, maka Anda dapat memilih kata kunci yang Google tampilkan sebagai knowledge panel, pertanyaan terkait, dan featured snippet.

2. Melakukan riset SERP

Anda juga dapat melakukan riset pada hasil SERP untuk mengetahui konten-konten apa saja yang dianggap relevan dengan kata kunci tertentu oleh Google. Untuk konten yang dirancang untuk menjawab informational intent, misalnya, Google akan menampilkannya dalam bentuk knowledge grab, featured snippet, dan pertanyaan terkait. Laman yang menduduki peringkat atas sebagian besar merupakan hasil organik dan terdiri dari laman Wikipedia, kamus, atau pun laman blog informatif lainnya.

Kemudian untuk commercial intent, Google juga akan menampilkan konten dengan format yang sama tetapi biasanya kita juga dapat menemukan hasil dari iklan berbayar di Google pada bagian atas SERP.

Tampilan SERP untuk transactional intent tidak kalah menarik. SERP Google biasanya menampilkan kolom “Shopping” pada bagian atas SERP yang mengarahkan pengguna untuk mengunjungi website ataupun marketplace yang menjual barang-barang yang kita cari.

Untuk navigational intent, biasanya SERP akan menampilkan site link website, knowledge card, dan tidak jarang top stories dari kata kunci yang kita cari. 

Optimasi website dengan search intent

Setelah Anda melakukan riset dan mengetahui tipe keyword yang sesuai, sekarang waktunya untuk mengoptimasi konten untuk masing-masing laman website.

1. Cocokkan metadata dan tipe konten dengan search intent

Langkah pertama untuk optimasi konten adalah metadata dari laman konten yang sedang Anda siapkan. Perhatikan komponen-komponen mulai dari penulisan title tag, organisasi konten berdasarkan H1, H2, dan seterusnya untuk secara jelas menggambarkan target keyword Anda.

2. Pelajari strategi kompetitor

Seperti praktik SEO lainnya, salah satu cara untuk memenangkan persaingan adalah dengan menganalisis performa kompetitor. Sebelum Anda mulai membuat laman atau merancang konten baru, Anda dapat terlebih dahulu mempelajari konten dan laman kompetitor yang berhasil menduduki posisi puncak pada SERP. Perhatikan format konten yang mereka pakai, tone dari masing-masing konten, poin-poin apa saja yang mereka bahas, dan poin-poin yang masih belum dibahas.

Baca juga: Cara Analisis Trafik Website Kompetitor

3. Cocokkan format konten dengan fitur SERP

Fitur SERP lagi-lagi berperan penting dalam merancang konten. Pada tahapan ini, Anda dapat memperhatikan format konten-konten yang berhasil menjadi featured snippet SERP. Sebagai contoh konten tersebut memiliki format numbered list, maka dapat disimpulkan bahwa Google menyukai konten dengan format serupa. Dengan demikian, Anda dapat merancang konten dengan format yang sama juga untuk memperbesar peluang memenangkan persaingan.

Demikian penjelasan lengkap mengenai search intent dalam dunia SEO. Yuk, mulai sekarang juga optimasi konten-konten website Anda agar dapat memenuhi search intent pengguna.

Penulis: Septi Liberty
Editor: Yoan Letsoin

2 tanggapan pada “Panduan Lengkap Search Intent Dalam SEO”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *