Mengenal Konsep Ekuitas Merek (Brand Equity) dan Cara Membangunnya

Mengenal Konsep & Cara Membangun Ekuitas Merek

Apa itu ekuitas merek atau brand equity? Apa manfaatnya bagi bisnis dan bagaimana cara membangun ekuitas merek?

Untuk menjawab beberapa pertanyaaan di atas, mari kita telaah dulu situasi saat ini.

Apakah Anda sadar bahwa persaingan bisnis semakin hari semakin ketat? Diketahu bahwa per tahun 2021, terdapat sejumlah 771 perusahaan publik yang tercatat pada data BEI dan ada pun sejumlah 64,2 juta orang sebagai pemilik UMKM berdasarkan data pusat statistik Indonesia. Perlu diketahui juga, bahwa selama situasi pandemi berlangsung pun, masing-masing kategori baik perusahaan publik atau pun UMKM mengalami jumlah peningkatan dari dua tahun sebelumnya.

Sekali Anda sudah memutuskan untuk membangun sebuah bisnis, ada banyak aspek bisnis yang harus Anda beri perhatian, mulai dari rencana pemasaran, target pasar, modal, bahkan sampai perhitungan untung-rugi sekali pun. Perencanaan yang matang akan memabntu Anda dalam menghadapi pasar yang ketat.

Berbicara mengenai untung-rugi, setiap orang pasti menginginkan keuntungan dari setiap bisnis yang dijalankan.  Biasanya keuntungan yang paling menjadi sorotan adalah dalam bentuk uang. Pernahkan Anda memikirkan potensi keuntungan yang bisa didapatkan dari aspek brand image atau reputasi merek sampai dengan mencapai ekuitas merek yang baik dari bisnis Anda ? Cari tahu apa saja keuntungannya di artikel ini.

Apa itu Ekuitas Merek (Brand Equity) ?

Ekuitas merek atau dalam bahasa inggris “Brand Equity” adalah nilai tambah yang menempel pada sebuah produk atau jasa. Nilai ini berkaitan dengan bagaimana customer berpikir, berpendapat, dan bertindak mengenai merek bisnis. Singkatnya, ekuitas merek yang terbangun dapat menjadi salah satu faktor pengaruh keputusan membeli seorang customer.

Semakin kuat ekuitas merek bisnis Anda, semakin besar juga peluang Anda memperoleh pengakuan, kepercayaan, bahkan loyalitas dari customer secara luas. Contohnya seperti merek “Aqua”. Tidak terhindarkan, bahwa sampai saat ini ketika kita ingin membeli air mineral, akan suka menyebut dengan “Mba, mau Aqua 1 ya”, padahal belum tentu yang disajikan adalah merek tersebut. Namun, kesan merek yang diciptakan sudah tertanam dalam keseharian kita. Artinya, merek tersebut sudah memiliki ekuitas merek yang kuat. 

Ada juga contoh pada merek salah satu jasa, yaitu misalnya “Kak, sepatu yang ketinggalan mau digojekin aja gak?”. Tanpa disadari, merek tersebut sudah tertanam di kepala kita dengan kesan merek, kirim apa aja pakai layanan jasa tersebut.

Mengenal Konsep Ekuitas Merek Berdasarkan Penjelasan Para Ahli

Di bawah ini terdapat penjelasan dari beberapa para ahli mengenai konsep ekuitas merek (brand equity) yang bisa Anda pahami.

  • Philip Kotler – Keller menjelaskan dalam bukunya yang berjudul “Marketing Manajemen” bahwa ekuitas merek hadir sebagai nilai tambah yang disematkan produk atau jasa sebuah bisnis. Ekuitas merek dapat membuat customer selalu merasa terhubung dengan merek produk atau jasa.
  • Freddy Rangkuti menjelaskan bahwa ekuitas merek terdiri dari beberapa kumpulan asset bisnis yang masih memiliki hubungan erat dengan nama, merek, atau pun simbol yang digunakan.
  • David Aaker menjelaskan ekuitas merek merupakan sebutan yang digunakan untuk menunjukkan nilai pengakuan dan kepemilikkan sebuah merek. Ekuitas merek menggagaskan bahwa sebuah merek memiliki kekuatan nilai dan keberhasilan reputasi.
  • Terence A. Shimp menjelaskan bahwa ekuitas merek merupakan nilai penting sebuah merek yang nantinya dapat menghasilkan brand awareness dan brand association yang kuat. Selain itu, akan selalu disukai dan diingat oleh customer.

Manfaat Ekuitas Merek

Setiap perusahaan atau pembisnis pasti sangat menginginkan brand mereka menjadi kuat dan dapat dipercaya oleh konsumen. Berikut ini beberapa manfaat dari memiliki ekuitas merek:

Tahan Terhadap Persaingan Bisnis

Bagaimana efek dari brand equity dalam persaingan bisnis? Anda bisa melihat pada merek telepon genggam saat ini yang sedang populer ya itu iPhone dan Samsung yang tetap laku walau banyaknya merek lain yang lebih murah dari produk mereka.

Dengan membentuk merek yang kuat untuk sebuah brand, konsumen Anda akan memberikan kepercayaan lebih dan loyal akan produk yang Anda tawarkan. Merek yang sudah memiliki nama yang kuat tidak perlu risih akan kompetitor lain karena mereka memiliki konsumen yang sudah pasti setia terhadap produk mereka.

Tak Perlu Takut atau Khawatir Menaikkan Harga

Sekarang ini sudah banyak sekali merek smartphone baru yang memberikan penawaran yang sangat murah dengan memberikan fasilitas lengkap. Namun saat ini bagi merek yang sudah memiliki nama menawarkan harga tinggi pun tidak menjadi masalah. Perusahaan yang mempunyak ekuitas merek yang tinggi lebih dikenal oleh konsumen. Jadi bagi mereka yang sudah memiliki ekuitas tinggi harga mahal bukan menjadi masalah, konsumen masih mau membeli produk tersebut.

Mengalahkan Kompetitor Menggunakan Diferensiasi Produk

Merek yang memiliki ekuitas yang kuat tidak akan merasa risih dalam mempertinggi harga peroduk mereka atau meluncurkan produk yang lebih mahal dari produk sebelumnya menurut kompetitor mereka. Adanya hal ini di karenakan mereka sudah tahu bahwa konsumen mereka akan selalu percaya akan kualitas yang mereka tawarkan. Selain itu, perusahaan yang mempunyai ekuitas merek yang baik akan membuat diferensiasi produk untuk mengambil semua pangsa pasar, sehingga kompetitor.

Model Ekuitas Merek

Model ekuitas merek dibuat agar bisa menilai suatu merek. Masing-masing model ekuitas merek akan memberikan pandangan mendalam mengenai konsep dan nilai dari sebuah merek sehingga Anda bisa mengevaluasi merek tersebut.

Penilai Aset Merek (Brand Asset Valuator/BAV)

Brand Asset Valuator merupakan model yang menerapkan metrik untuk mengukur sebuah merek. Model ini pertama kali dikembangkan “Young and Rubicam” yang merupakan sebuah agensi.

Model BRANDZ

Seorang konsultan pemasaran yang melakukan riset untuk Millward Brown dan WPP mengembangkan model Brandz ini. Sesuai dengan model ini membangun sebuah merek melibatkan serangkaian langkah yang sesuai dengan urutan yang saling berketergantungan. Model ini bergantung pada sebuah keberhasilan dari setiap urutan untuk merampungkan langkah sebelumnya.

Model AAKER

Model pemasaran ini dikembangkan oleh pakar pemasaran bernama David Aaker. Model ini menekankan betapa pentingnya identitas dan bukti diri dari sebuah merek dan memberikan solusi unik untuk mengembangkan suatu merek yang lebih kuat.

5 Jenis Dimensi Ekuitas Merek

David Aaker telah merangkum proses membangun ekuitas merek terbagi ke dalam lima dimensi utama. Berikut ini penjelasannya.  

1. Brand Awareness (Kesadaran Merek)

Brand awareness atau kesadaran merek adalah dimensi proses di mana customer memiliki kemampuan untuk mengenali serta mengingat suatu merek. Customer menganggap bahwa merek tersebut telah menjadi bagian dalam kelompok produk atau jasa tertentu. Bahkan bisa juga terjadi, tanpa clue tertentu pun, customer mudah sekali mengingat dan menyebut merek itu.  

Selain itu kesadaran merek juga bisa diartikan bahwa merek itu dapat muncul langsung dibenak konsumen terkait dengan berbagai produk. Kesadaran merek inin memiliki tingkat yang sangat berpengaruh besar pada memberikan konsumen kepercayaan.

Ada beberapa tingkatan kesadaran merek yang dapat menjadi indikator seberapa jauh konsumen mengenal sebuah merek, berikut tingkat kesadaran merek yang bisa dijadikan pedoman:

Unware of brand

Unware of brand ini merupakan tingkatan paling akhir dari piramida kesadaran merek yang dimana konsumen tidak sadar akan adanya suatu merek walaupun sudah mencoba untuk mengingatnya kembali melalui bantuan (aided recall). Pada tahap ini konsumen merasa ragu-ragu apakah mereka mengenal merek tersebut atau tidak. Kurangnya pengetahuan dapat menyebabkan timbul rasa keraguan untuk membeli dan menggunakan produk tersebut.

Brand recognition

Tingkat minimal dari kesadaran merek dimana konsumen membutuhkan pengenalan kembali mengenai produk tersebut dan sudah melewati pengingatan menggunakan bantuan (aided recall). Maka dari itu jika konsumen mendengar dan melihat identitas menggunakan audio-visual dari merek, logo, kemasan, dan slogan dari merek tersebut. Pada tahap ini konsumen sudah mempunyai pengetahuan terhadap merek yang ada.

Brand recall

Merek yang diingat oleh konsumen tanpa memerlukan pengingat apapun dan langsung mengingatnya secara spontan (unaided recall). Brand recall ini berdasarkan pada seseorang yang ingin membeli suatu produk dan langsung mengingat merek tanpa diberikan stimulus. Konsumen pun sudah mampu untuk mengetahui produk tertentu dengan memberikan ciri-ciri dari merek produk tersebut. Itu mengartikan bahwa konsumen sudah memiliki hubungan baik terhadap merek tersebut. 

Top of mind

Tahap terakhir yang dimana konsumen dapat mengingat merek yang langsung terlintas di pikiran mereka saat membicarakan sebuah kategori produk tertentu. Hal ini menunjukkan kalau merek tersebut sudah sangat dikenal betul dan menjadi pilihan pertama untuk dituju.

2. Brand Association (Asosiasi Merek)

Brand association atau asosiasi merek memiliki kaitan erat dengan ingatan atau memori customer. Pada dimensi ini mulai terjadi pembentukan pemikiran dan kesan yang positif terhadap merek. Bahkan, customer bisa mulai mampu membentuk sebuah alasan untuk membeli produk atau jasa merek itu. Jika Anda merupakan brand yang mengusung tema elegan, tentu Anda tidak mau brand Anda untuk diasosiasikan dengan tokoh publik seperti artis, politisi, atau influencer yang bermasalah. Jika Anda adalah toko online yang melakukan pemasaran di social media, baiknya memilih influencer yang tepat.

Kelebihan dari asosiasi merek ini mampu membentuk perilaku positif dan persepsi yang kuat, serta membantu konsumen memberikan alasan untuk membeli merek tersebut. Adanya asosiasi ini dapat menjadi aspek baik bagi perusahaan dan konsumen, karena membantu proses informasi untuk membedakan produk satu dengan produk lainnya dengan merek yang berbeda. 

Menurut Aaker (2018), ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan asosiasi merek ini dari konsumen, yaitu sebagai berikut: 

Atribut produk

Strategi positioning dalam mengasosiasikan suatu objek dengan salah satu atau memberikan beberapa pilihan atribut atau karakteristik produk yang memiliki makna dan saling mendukung, sehinggak asosiasi dapat secara langsung diwujudkan dengan alasan pembelian suatu produk.

Atribut tak terwujud

Atribut tak terwujud ini penggunaannya untuk kualitas keseluruhan, kepemimpinan, teknologi, inovasi, ataupun untuk kesehatan. Tetapi pengembangan pada asosiasi ini bisa berbahaya dan memungkinkan asosiasi produk ini berada diluar kontrol sebuah perusahaan 

Manfaat bagi konsumen

Biasanya asosiasi ini akan memiliki manfaat bagi pelanggan. Tetapi ada dua manfaat bagi pelanggan yaitu, yang pertama manfaat rasional yang merupakan manfaat yang terkait erat dengan suatu atribut dan bisa menjadi bagian dari proses untuk mengambil keputusan secara rasional. Kedua, manfaat psikologis adalah sebuah konsekuensi yang ekstrim dalam membentuk sikap yang berkaitan dengan perasaan yang timbul ketika akan membeli atau menggunakan sebuah produk dari merek tertentu. 

Harga relatif

Sebuah produk akan berkaitan satu sama lain juga dapat berdasarkan dari tingkatan harga yang ditawarkan. Sehingga harga dapat menentukan posisi sebuah merek dan produk. 

Penggunaan/aplikasi

Mengasosiasikan sebuah merek dapat menggunakan aplikasi tertentu untuk memulai pendekatannya. 

Pengguna/konsumen

Asosiasi berdasarkan tipe pengguna atau konsumen untuk produk tersebut dari suatu merek.

Celebrity/person (orang terkenal/orang)

Ini merupakan salah satu cara untuk memberikan asosiasi menjadi kuat berkat influencer atau artis yang menggunakan produk dan merek tersebut. 

Baca Juga:

Gaya hidup

Gaya hidup menjadi salah satu ciri khas konsumen dalam mengasosiasikan sebuah merek atau produk yang dilihat dari kepribadian dan gaya hidup yang sama satu dengan yang lain. 

Kelas produk

Mengasosiasikan sebuah merek atau produk bisa berdasarkan kelas produk tersebut.

Pesaing

Mengetahui produk yang diciptakan oleh kompetitor dan menyeimbangkan produk Anda dan bahkan memberikan pilihan produk yang lebih mengungguli kompetitor. 

Negara/wilayah geografis

Sebuah negara bisa menjadi salah satu faktor akan kuatnya suatu produk karena berhubungan dengan bahan dan kemampuan yang dimiliki negara tersebut.

3. Perceived Quality (Persepsi Kualitas)

Perceived Quality atau persepsi kualitas merupakan proses dimensi di mana customer mulai memberikan respon yang lebih terhadap sebuah merek. Customer mulai berpendapat mengenai kualitas serta keunggulannya yang dimiliki merek. Aktivitas membandingkan antara merek yang satu dengan yang lainnya juga mulai terjadi pada dimensi ini. 

4. Brand Loyalty (Loyalitas Merek)

Brand loyalty atau kesetiaan merek adalah cara untuk mengukur loyalitas konsumen terhadap sebuah merek yang selalu memberikan sifat positif terhadap merek tersebut. Dapat terlihat seberapa sering konsumen menggunakan produk tersebut atau menggunakan produk tersebut secara teratur. Membeli kembali produk mempengaruhi tingkat loyalitas merek tersebut yang dimiliki oleh konsumen. Loyalitas merek ini menjadi pilihan yang dilakukan konsumen untuk membeli kembali produk tersebut dari sebuah merek tertentu tanpa melihat produk lain.

Pada dimensi ini, customer telah menunjukkan sikap komitmen terhadap sebuah merek. Customer akan melakukan pembelian atau pemakaian berulang secara konsisten karena sudah memiliki alasan spesifik yang kuat untuk setia kepada merek itu. Di masa yang akan datang pun, cenderung tetap memilih merek yang sama, karena sudah merasa match serta percaya dengan merek itu tanpa harus membandingkannya lagi. Lebih luar biasanya lagi, customer yang selalu puas akan memberikan rekomendasi kepada orang lain tanpa diminta. 

Menurut Aaker (2018), loyalitas merek memiliki empat tingkatan

Switchers/price sensitive

Tahap ini dimana konsumen tidak loyal kepada sebuah merek atau merek tersebut belum memiliki brand equity yang kuat. Setiap merek dipersepsikan untuk memberikan kepuasan yang sama untuk konsumen. Tingkatan ini, konsumen sangat sensitif terhadap sebuah merek yang menawarkan lebih murah. 

Satisfied/habitual buyer

Konsumen merasa puas terhadap sebuh produk atau tidak merasa tidak puas.Tetapi konsumen juga pada tingkatan ini akan sensitif jika ditawarkan benefit baru. 

Satisfied buyer dengan switching cost

Tahapan ini dimana konsumen merasa puas dengan produk yang mereka beli. Konsumen pun jika ingin berpindah merek akan mengeluarkan biaya yang lebih besar dan tingkatan ini konsumen sensitif pada benefit yang melampaui biaya jika ingin berpindah ke merek lain (switching cost).

Commited buyer

Konsumen merasa bangga dengan menggunakan produk yang ditawarkan. Mereka akan merekomendasikan merek tersebut kepada orang lain. Tahapan ini menggambarkan bahwa sebuah merek sudah memiliki brand equity yang kuat dimata konsumen. 

Mengukur Brand Loyalty

Loyalitas merek dapat dilakukan dengan tiga metode berbeda, yaitu:

Repurchase rates (Tingkat pembelian berulang)

Rata-rata pembelian kembali yang dilakukan oleh konsumen terhadap sebuah merek akan menandakan bahwa konsumen tersebut loyal. Tetapi apabila konsumen membeli beberapa merek maka konsumen tersebut tidak loyal dengan satu merek. 

Percent of purchase (Persentase pembelian)

Persentase pembelian suatu merek yang tinggi dapat mengidentifikasikan bahwa pangsa pasar perusahaan tersebut loyal.

Number of brands purchased

Apabila konsumen membeli banyak produk dari brand yang sama, maka loyalitas dari konsumen kepada merek tersebut terbilang tinggi. Namun, jika konsumen membeli banyak produk dari berbagai merek, maka loyalitas konsumen pada brand-brand tersebut masih rendah.

5. Brand Assets

Brand Assets atau aset sebuah merek adalah simbol atau logo yang berkaitan dengan ekuitas yang dimiliki sebuah merek sebagai bentuk keunggulan yang tidak dimiliki oleh produk sejenis dengan merek lainnya.

Hanya dengan melihat lambang atau logo dari sebuah merek, customer mampu membedakannya dengan merek lainnya tanpa harus mencari tahu dulu kepunyaan siapa gambar merek itu. Aset yang tampaknya kecil, tapi ternyata memiliki nilai yang besar. Jika Anda pemilik bisnis, penting juga untuk menyimpang satu folder yang isinya brand kit milik usaha Anda.

Aset merek dapat dibentuk dengan beberapa hal seperti : 

  1. Semakin kuat keunggulan suatu merek maka semakin kuat juga brand equity nya karena adanya respon positif dari pangsa pasar. 
  2. Memiliki hak paten menjadi aset sebuah perusahaan karena dapat menunjukan kualitas dan kredibilitas dari sebuah produk yang akan membantu meningkatkan brand equity. 
  3. Merek dagang juga dapat menjadi salah satu nilai sebuah produk untuk menaikan brand equity produk tersebut.
  4. Memiliki hubungan baik dengan berbagai channel akan membantu membrandingkan produk tersebut. Semakin baik hubungan sebuah merek dari suatu perusahaan dengan channel, maka semakin besar juga usaha channel untuk membantu membrandingkan produk tersebut.

Coba perhatikan gambar logo-logo merek di atas. Berapa banyak Anda mengenal logo-logo tersebut ? Jika Anda mengetahuinya, itu lah keberhasilan brand assets yang dimaksud.  Anda juga kerap harus melakukan audit reputasi terhadap branding organisasi atau bisnis Anda. Apakah logo perusahaan membutuhkan desain logo baru?

Mengapa Ekuitas Merek itu Penting ?

Ada satu hal yang perlu Anda pahami, bahwa ekuitas merek memiliki konsep yang berbeda dengan marketing. Namun, keduanya memiliki hubungan yang erat dan saling mendukung. Marketing adalah konsep aktivitas yang dilakukan bisnis Anda untuk memperoleh keberhasilan terhitung dalam jangka waktu yang pendek. Sedangkan, ekuitas merek adalah konsep aktivitas bisnis yang memiliki tujuan keberhasilan dalam jangka waktu yang lebih panjang, seperti loyalitas customer.

Ekuitas merek merupakan aset yang sangat luar biasa dan memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap kemajuan bisnis Anda. Semakin positif respon customer terhadap merek Anda, semakin besar pula potensi Anda meningkatkan angka penjualan. Tidak hanya itu, Anda memungkinkan juga untuk berhasil mempertahankan bisnis di tengah persaingan yang makin hari makin ketat.

Satu hal lagi, ekuitas merek yang sangat baik, tentunya akan memudahkan Anda dalam hal mendapatkan kepercayaan dari para customer baru. Bisnis Anda akan semakin yakin dipilih tanpa membandingkannya dengan merek bisnis sejenis.

1. Ekuitas Merek (Brand Equity) bukan sekadar Kegiatan Marketing

Ekuitas merek tidaklah sama dengan marketing atau yang bisa disebutkan sebagai kegiatan pemasaran. Pemasaran merupakan konsep yang dilakukan sebuah perusahaan untuk mempromosikan produk dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan dalam jangka pendek. Disisi lain bahwa ekuitas merek merupakan tindakan untuk membangun loyalitas dari konsumen terhadap suatu produk untuk jangka panjang. 

2. Ekuitas Merek yang Dibangun secara Internal dan Eksternal akan Menjadi Nilai Tambah pada Produk

Faktanya, banyak merek-merek yang semakin kuat dan berkembang karena pembisnis atau perusahaan tersebut tidak hanya membangun dan naikan tingkatan ekuitas merek secara eksternal melainkan internal juga. Sehingga produsen dan staf perusahaan pun akan memberikan kesan baik terhadap produk yang mereka tawarkan. 

Tidak hanya itu, merek-merek yang sudah memiliki nama akan menanamkan identitas merek mereka dengan karyawan dan produsen mereka untuk menjadikan hal tersebud budaya perusahaan atau budaya karyawan. 

3. Ekuitas Merek (Brand Equity) adalah Aset yang Sangat Luar Biasa

Baiklahnya jika kita memberi kategori ekuitas merek menjadi aset perusahaan. Banyak juga perusahaan yang baru menyadari akan keunggulan dari menciptakan ekuitas merek ini. Karena ekuitas merek ini dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan loyalitas dan nilai dari konsumen bagi produk maupun perusahaan itu sendiri.

Bagaimana Cara Membangun Ekuitas Merek ?

Dalam bisnis, tidak pernah ada cara yang pasti dalam membangun ekuitas merek. Semua bisa dilakukan mengikuti ide kreatif Anda masing-masing yang disesuaikan dengan hasil reputasi apa yang ingin Anda bangun di pikiran banyak customer.

Namun, berikut ini ada beberapa tahapan cara membangun ekuitas merek yang boleh Anda ikuti sebagai panduan yang dirangkum dari beberapa para ahli branding, seperti Keller dan Aaker.

  • Rencanakan identitas merek bisnis seperti apa yang ingin Anda bentuk. Jadi, ketika di tahap awal memperkenalkan produk atau jasa Anda, customer dapat dengan sadar melihat dan mengenai merek Anda. Apalagi jika memiliki diferensiasi yang mencolok dengan yang lainnya. Duduk dengan founder bisnis, tim internal atau menyewa jasa agency untuk kegiatan branding adalah hal yang penting untuk dilakukan.
  • Selain aspek kualitas, Anda bisa mempertimbangkan aspek sosial dan psikologis. Adanya makna merek khusus yang terbentuk ketika customer membeli serta menggunakan merek produk atau jasa Anda.
  • Perhatikan bagaimana customer memberi respon pada merek Anda. Respon yang ditunjukkan itu bisa menjadi informasi penting bagi perkembangan bisnis Anda. Seberapa bagus kualitas produk atau jasa Anda. Seberapa baik merek Anda dapat dipercaya. Seberapa relevan produk atau jasa Anda sebagai solusi dari permasalahan customer. Jika customer memberi respon dan kemudian menunjukkan sikap menerima kehadiran produk atau jasa Anda, bagus, hal ini bisa menjadi awal yang baik untuk membangun ekuitas merek bisnis Anda secara konsisten.  Anda dapat mengetahui jawabannya dengan melakukan survey kepuasan pelanggan.
  • Walau hal yang ini terlihat sulit, Anda harus tetap melakukannya, yaitu memiliki ikatan hubungan yang baik dan lebih mendalam dengan customer. Bangun ekuitas merek bisnis Anda dengan konsisten sampai dengan Anda berhasil menciptakan ikatan psikologis antara merek produk atau jasa dengan customer Anda. Nantinya, customer bisa menjadi duta merek Anda secara sukarela, yang aktif membagikan cerita kesan telah membeli merek produk atau jasa Anda.    

Beberapa cara yang dapat Anda implementasikan dalam menaikan ekuitas merek, antara lain sebagai berikut: 

Membuat Variasi dalam Aktivitas Marketing

Melakukan kegiatan marketing adalah salah satu harapan yang bisa dilakukan untuk menarik konsumen dan menjaring mereka lebih banyak untuk membuat mereka tertarik dan membeli produk. Aktivitas marketing pun beragam, bisa menggunakan marketing konvensional hingga modern dan juga menggunakan teknologi dan internet. Sehingga sebuah perusahaan dapat mencoba segala jenis aktivitas marketing untuk mengukur seberapa banyak konsumen yang tertarik dalam membeli produk perusahaan tersebut.

Membangun Networking

Networking - ekuitas merek

Kegiatan networking sangatlah penting dilakukan untuk memperluas jaringan usaha dalam mengenalkan produk suatu perusahaan. Sebuah perusahaan pun wajib memulai untuk membiasakan diri untuk berinteraksi dengan banyak orang tanpa ada tujuan untuk mempromosikan atau transaksi jual beli produk.

Mengadakan Event

Mengadakan event dapat dikatakan menjadi langkah kuat untuk membentu sebuah ekuitas merek. Dengan adanya kegiatan ini sebuah perusahaan mampu melakukan kegiatan promosi, jual beli, mengenalkan produk bahkan bisa menawarkan sponsorship.

Membangun Ekuitas Merek Berbasis konsumen 

Ekuitas merek adalah sebuah efek diferensial dalam pengetahuan sebuah merek (brand knowledges) terkait dengan respon dari konsumen kepada pemasaran merek yang bersangkutan. Hal ini mencerminkan keseluruhan asosiasi yang saling terkait dengan satu merek dalam ingatan jangka panjang kepada konsumen. Menurut Kotler dan Keller (2009), ada enak faktor ekuitas merek berbasis pelanggan atau konsumen, yaitu sebagai berikut: 

a. Brand salience

Brand salience salah satunya merupakan aspek awareness sebuah merek, seperti seberapa sering dan mudah sebuah merek diingat dan di kenal dalam bermacam-macam situasi? Faktor ini menggambarkan seberapa bagusnya sebuah merek yang menjalankan fungsinya untuk menjadi pengidentifikasi produk. Brand awareness tidak hanya berkaitan dengan mengetahui nama merek melainkan termasuk didalamnya ya itu, logo, simbol, bentuk, dan tampilan sebuah produk. 

b. Brand performance

Brand performance berkaitan dengan kemampuan produk dan jasa dalam memenuhi kebutuhan fungsional konsumen. Ada lima atribut dan manfaat yang mendasari kinerja merek, yaitu:

  1. Unsur primer dan fitur suplemen
  2. Reliabilitas, durabilitas, dan serviceability sebuah produk
  3. Efektivitas, efisiensi, dan empati
  4. Model dan desain
  5. harga

c. Brand imagery

Faktor ini menyangkut kemampuan suatu merek dalam memenuhi kebutuhan psikologis atau sosial dari konsumen. Brand imagery dapat terbentuk dengan sendirinya secara langsung melalui pengalaman konsumen dan secara tidak langsung melalui iklan. Ada empat kategori utama dari brand imagery, seperti:

  1. Profil konsumen (usia, gender, etnis, atau pendapatan)
  2. Situasi pembelian (tipe saluran distribusi, toko, kemudahan membeli)
  3. Kepribadian dan nilai-nilai
  4. Sejarah, warisan, dan pengalaman

d. Brand judgements

Faktor ini berfokus pada evaluasi secara personal yang timbul pada konsumen terhadap suatu merek. Aspek brand judgements meliputi:

  • Brand quality : persepsi konsumen tehadap kepuasan yang dirasakan
  • Brand credibility : seberapa jauh sebuah merek dinilai kredibel dalam expertise (inovatif, kompeten dan memimpin pasar), trustworthiness (mengutamakan kepentingan pelanggan), likeability (menarik dan layak untuk dibeli).
  • Brand consideration : sejauh mana suatu merek di pertimbangkan untuk digunakan dan dibeli oleh konsumen
  • Brand superiority : sejauh mana konsumen memberi penilaian unik terhadap merek bersangkutan dan produk tersebut lebih baik dari merek lain.

e. Brand feelings

Melihat reaksi dari konsumen terhadap merek yang mereka beli. Reaksi yang diberikan bisa saja hangat, senang, tertarik, social approval, dan respect.

f. Brand resonance

Karakteristik yang memberikan relasi yang dapat dirasakan konsumen untuk sebuah merek. Tercerminkan pada intensitas atau kekuatan psikologis antara konsumen dan merek.Dapat di ukur melalui tingkat pembelian ulang, usaha, dan waktu yang konsumen berikan terhadap sebuah merek. Lebih spesifiknya lagi kalau resonansi meliputi loyalitas behavioral (Share of Category Requirements), loyalitas attitudinal, sense of community (identifikasi dengan brand community), dan keterlibatan aktif (berperan sebagai brand evangelists dan brand ambassadors)

Apa Saja Alat Digital yg Dapat Dimanfaatkan?

Dalam melakukan strategi secara digital untuk perencanaan pemasaran bisa dilakukan menggunakan semua komponen yang bisa mendorong pertumbuhan sebuah usaha. Hal ini bisa dilakukan secara online juga. 

Berikut alat yang bisa di pertimbangkan untuk digunakan untuk menciptakan ekuitas merek dengan menggunakan beberapa hal ini:

Pengalaman Pengguna Website

Website yang dibuat oleh sebuah perusahaan harus bisa membuat website tersebut semudah mungkin untuk bisa digunakan dan mempermudah konsumen untuk berkunjung dan menggunakan website tersebut. Perusahaan saat ini haruslah makin terdepan dengan memiliki website profesional sendiri.

Marketing Online Indonesia menyediakan Jasa Pembuatan Website Professional untuk bisnis Anda.

SEO & Konten Pemasaran

Memiliki konten yang baik membantu perusahaan untuk bisa memberikan kepercayaan konsumen kepada produk tersebut. Dengan memasukan kata kunci ke mesin pencari dan mendapatkan konten yang diinginkan akanlah sangat membantu perusahaan. Apa bila konten yang diinginkan tidak ditemukan dari perusahaan akan mempersulit konsumen untuk membangun ekuitas merek sebuah perusahaan. 

Di sini artinya para pemilik bisnis harus siap mengeluarkan biaya untuk membuat strategi SEO dan content marketing mereka sendiri atau meng-hire penyedia Jasa SEO Professional untuk menjangkau target market mereka lewat pencarian kata kunci.

Pemasaran Media Sosial

Media sosial - ekuitas merek

Saat ini media sosial sangatlah penting untuk semua bidang bisnis. Dengan menggunakan media sosial banyak yang bisa dilakukan perusahaan mulai dari mencari sasaran yang tepat untuk menjual dan memasarkan produk tersebut. Media sosial yang bisa digunakan Facebook, Instagram, Youtube, dan Tiktok untuk mempromosikan.

Anda juga dapat melihat panduan pemasaran lewat Instagram yang sudah kami kemas dengan lengkap!

Email Marketing

Dengan melakukan email marketing atau mengirimkan newsletter, pesan akan lebih tersampaikan secara personal dan bisa menawarkan konsumen lebih efektif berdasarkan data yang sudah dimiliki perusahaan. Berlaku untuk calon konsumen ataupun konsumen yang sudah pernah membeli, melihat dan menggunakan produk tersebut.

Baca Juga: Rekomendasi Email Marketing Tools Terbaik untuk Bisnis Anda

Paid Advertising (PPC)

Selain itu Iklan berbayar pun bisa menjadi salah satu pilihan juga. Perusahaan dapat menjangkau lebih luas pangsa pasar mereka sehingga dapat meningkatkan brand awareness lebih tinggi.

Kesimpulan

Sekarang, sudah tahukah Anda, keuntungan apa saja yang akan Anda dapat dari memperhatikan aspek Ekuitas Merek? Ekuitas Merek merupakan aset jangka panjang bisnis yang tidak berwujud. Semakin kuat ekuitas merek bisnis Anda, semakin kuat eksistensi bisnis Anda. Tim MarketingOnline.id berharap semoga Anda semakin memahami pentingnya aspek ini dalam bisnis Anda. Selamat mencoba dan salam sukses!

TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN ANDA! 🙏 Saya sangat senang bisa menyempatkan waktu di tengah kesibukan yang padat untuk membuat tutorial dan konten tentang digital marketing dan SEO—waktu yang sejujurnya sangat sulit saya temukan.

Membuat konten seperti ini seringkali tidak memungkinkan saya untuk menautkan ke afiliasi atau memonetisasinya jadi akan sangat berarti bagi saya dan Tim jika Anda bisa meninggalkan komentar di postingan saya sebagai respon terhadap artikel ini.

Alternatif lainnya, Anda dapat memberikan review bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ untuk halaman Google Bisnisku Marketing Online Indonesia.

Sekali lagi, terima kasih banyak atas dukungannya, dan saya berharap semua bisnis yang Anda jalankan saat ini berjalan dengan baik dan dalam penyertaan yang Maha Kuasa. Salam sukses untuk Anda semua!

Penulis: Margaretta Riri, Monika Tanaya
Editor: Yoan Letsoin

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *