Apa Itu Landing Page?

Apa itu landing page

“Sudah memiliki website, tetapi kenapa sales saya tidak berpengaruh ?”
“Bingung mau tulis apa di website.. Toh semua juga ke marketplace”

Strategi digital marketing terdengar overwhelming di awalnya. Ada e-commerce, social media, ads, SEO, email marketing, dan masih banyak lagi. Tujuannya tidak lain tidak bukan ialah mengubah (convertion) visitors anda menjadi customers.. Namun, bagaimana caranya memberikan customer journey yang mulus dan tidak membingungkan? Yuk simak cara menggunakan landing page yang efektif.

Perbedaan landing page dan homepage

Ternyata landing page ditujukan untuk tujuan spesifik (marketing) dengan call to action (CTA) tertentu, sementara web pages menampilkan kesempatan eksplorasi menu yang lebih menyeluruh.

Ingat, seperti di kantor, dimana Anda harus memberikan elevator pitch, Anda harus memberikan kebutuhan visitor anda secepat mungkin. Apa yang terjadi jika visitor datang karena mengklik link pada promo di ads atau social media, dan re-direct ke homepage utama yang memiliki banyak menu. Membingungkan bukan?

Jangan biarkan visitor bingung. Anda hanya punya waktu 45 detik (lama rata-rata visitor menjelajahi webpage) untuk mengambill keputusan. Simplicity is the key.

Pada dasarnya ada beberapa perbedaan jelas antara landing pages dan homepage, yaitu:

Pengunjung (Visitor)

Pengunjung adalah pembeda pertama antara landing page dan homepage. Landing page biasanya adalah halaman yang dikunjungi oleh pengunjung yang “berasal” dari suatu asset marketing (atau setelah mengklik sesuatu, misalnya iklan atau postingan social media ). Maka dari itu, pengunjung landing page biasanya merupakan pengunjung yang sifatnya mencari suatu solusi / targeted visitor.

Berbeda dengan homepage yang biasanya berisi informasi lengkap tentang sebuah website dan biasanya dilengkapi dengan berbagai menu untuk pengunjung. Jenis pengunjung ini biasanya tidak terlalu spesifik mencari sesuatu dan lebih kepada sekadar mencari informasi mengenai usaha Anda secara umum.

Fokus dan Tujuan

Landing page memiliki satu tujuan yaitu untuk konversi! Konversi dalam bentuk visitor langsung melakukan transaksi untuk pembelian atau untuk masuk ke mailing list Anda (memberikan data mereka untuk lead magnet yang Anda tawarkan).

Karena fokusnya adalah konversi, maka biasanya Anda tidak akan menemukan banyak link dan navigasi di dalam landing page, karena fokus landing page ini mencoba menahan perhatian Anda selama mungkin dengan tujuan membawa Anda ke bagian penawaran dan mengambil tindakan, baik memasukkan data atau pembelian.

Hal ini tentunya sangat berbeda dengan karakteristik Homepage, dimana Anda akan disuguhkan berbagai hal tentang informasi situs dan link yang bisa Anda klik untuk mempelajari lebih lanjut tentang informasi situs tersebut.

Fokus untuk landing page biasanya lugas tanpa basa basi. Misalnya Anda sedang membuat Promo Hari Raya dengan CTA: “Beli Sekarang”.

Anda tidak perlu memberi lebih dari satu Call To Action. Yang perlu Anda lakukan adalah menyesuaikan kebutuhan landing page Anda. Apakah kali ini Anda sedang membuat promo (CTA: beli sekarang) , meningkatkan leads (CTA: Sign Up), meningkatkan download (CTA: download sekarang) dan lain sebagainya.

Jika saat ini Anda sedang membuat landing page, saran saya adalah buatlah visual dan copy yang menarik agar visitor tergerak untuk melakukan apa yang Anda anjurkan. Setelah itu, Anda dapat memberikan info mendetail di homepage, maupun social media.

Fokus landing page adalah sebagai salah satu startegi inbound marketing dan bertindak sebagai lead generation dimana Anda memberikan visitor web Anda informasi yang jelas (tidak kelebihan informasi, dan tidak kekurangan informasi).

Konten

Perbedaan ketiga terletak pada jenis dan sifat kontennya. Karena landing page sangat spesifik, maka isi kontennya akan menjadi spesifik juga. Landing page biasanya disesuaikan dengan penawaran, produk, atau layanan tertentu yang dipromosikan.

Sedangkan konten pada homepage biasanya berupa informasi perusahaan, jasa dan produk yang mereka tawarkan, alamat dan cara menghubungi perusahaan tersebut dan bahkan Anda bisa menemukan informasi mengenai sejarah perusahaan dan jajaran tim dalam perusahaan tersebut.

Jenis Landing Pages

Sebagaimana tujuan utama Anda ialah konversi (conversion), baik mengumpulkan leads atau sales, maka landing page Anda harus dibuat engaging. Terdapat beberapa jenis landing page yang dapat Anda buat, namun tidak semua memiliki fungsi yang sama. Kembali lagi dengan tujuan Anda menyapa visitors, misalnya untuk mengumpulkan lead atau sales.

Opt-in bribe

Anda bisa merayu visitor Anda untuk memberikan data mereka dengan imbal balik freebies (free ebook, ebook preview, sample, promo code, newsletter, dsb) atau yang kami, para marketers sebut lead magnet atau marketing asset. Pada dasarnya, orang suka yang gratis. Apabila visitor Anda mau memberikan datanya, berarti ada ketertarikan akan produk dan jasa yang ditawarkan.

Video landing page

Jika produk atau jasa Anda lebih mudah dijelaskan dalam bentuk video, Go ahead, buatlah landing page video. Dengan efek sound dan visual yang menggugah, Anda dapat memberikan kesan dramatisir yang mempu memposisikan produk dan jasa anda secara luwes. CTA biasanya berupa “sign up now” atau button redirection ke informasi lebih lanjut. Anda juga bisa cek beberapa video marketing platform yang dapat membantu Anda membuat video yang menarik.

Baca juga: Manfaat Membuat Video Marketing untuk Bisnis Anda


Product landing page

Apple.com ialah salah satu produk yang mempelopori style ini. Lugas, minimalis, dan cerdas. Visitor Anda harus dapat mengetahui informasi tentang produk terkait fitur produk, solusi, dan cara penggunaanya. Tentunya landing page ini harus memiliki visual yang tajam, berkualitas, dan menjual. Jangan lupa, baut CTA tunggal yang jelas, agar visitor tidak bingung.

Landing page Jasa Pembuatan Website MarketingOnline.id
Contoh landing page Jasa Pembuatan Website MarketingOnline.id

Saran saya, jika Anda memiliki beberapa produk atau jasa yang Anda jual, usahakan untuk membuat landing page spesifik mengenaik produk atau jasa tersebut dan tentunya menjelaskan sejelas-jelasnya mengenai spesifikasi produk atau jasa yang Anda tawarkan tersebut.

Sales page landing page

Mungkin Anda sering menemukan landing page yang berisi tulisan panjang dengan font yang besar-besar. Jika visual bukanlah forte Anda, maka Anda dapat mempertimbangkan copy yang menarik, seakan-akan seorang sales sedang menjelaskan produk dan jasa ke visitor.

Meskipun agak padat, menurut saya, landing page model ini cukup menarik, karena tidak boros data, dan cukup berhasil menarik target market tertentu—yang condong menyukai penjelasan tulisan. Perhatikan struktur paragraf agar tetap relevan (nyambung dari satu penjelasan ke penjelasan lain), pastikan tidak ada typo, dan sesuaikan dengan gaya komunikasi unik Anda yang mewakili suara hati konsumen. Semakin akrab Anda dengan konsumen, semakin betahlah mereka di website Anda.

Cara Menggiring Traffic Menuju Landing Page

Nah, darimanakah para visitor berasal? Obviously, visitors doesn’t grow on trees!

Cara menggiring trafic menuju landing page Anda adalah dengan menggunakan channel marketing Anda, seperti social media, email campaign, organic search traffic, atau paid search traffic dan paid social traffic. Banyak? Tentu saja!

Sesuaikan juga dengan target market Anda. Apabila calon konsumen Anda lebih banyak menggunakan social media, seperti Instagram, tidak ada salahnya memberikan budget yang lebih tinggi pada channel ini. Begitu pula dengan channel lainnya.

Gunakan fitur pay-per-click dengan copy ataupun visual yang menarik. Buat pengaturan sesuai dengan demografis target market Anda, dan giring visitors ke link landing page.

Pilihlah social media yang sesuai untuk Anda. Apabila produk atau perusahaan Anda bergerak di bidang B2B, LinkedIn bisa menjadi channel efektif untuk meningkatkan awareness. Sementara untuk produk B2C, Instagram bisa jadi pilihan. Sekali lagi, sesuaikan dengan kebutuhan pasar Anda. Kemudian, pasang ads di social media. ini akan menghubungkan visitors yang memiliki interest pada topik ataupun hashtag terkait. Anda dapat menggunakan beberapa graphic design platform untuk membuat konten Anda menjadi lebih profesional dan semenarik mungkin.

Email campaigns

Untuk visitor yang telah menjadi leads (menunjukkan ketertarikan akan produk Anda, namun belum membeli), Anda dapat mengirimkan (broadcast) contact leads Anda untuk mengirimkan newsletter, ataupun online poster untuk mengingatkan mereka akan promo terkini Anda. Untuk membantu Anda dalam melakukan email marketing dan automation, Anda dapat menggunakan email marketing software seperti GetResponse, Active Campaign, MailerLite dan masih banyak lagu.

Organic Search Traffic

Aturlah websitemu agar banya dikunjungi visitors. Pilih jenis landing page yang Anda inginkan, dan design se-strategis mungkin. Tidak hanya landing page, dengan homepage yang menarik, Anda membuat visitors semakin betah, yang berarti meningkatkan content ranks di search result search engine, sehingga website Anda semakin sering muncul di top search. Ayolah, siapa sih yang mau repot-repot nyari web page di page 10? Itu artinya, content website Anda tidak relevan lagi. Bagaimana caranya? Tentu dengan membuat konten yang menargetkan audiens Anda dan strategi SEO yang baik.

Manage your team

Seiring berkembangnya perusahaan Anda, maka digital marketing sebaiknya diatur oleh tim kerja yang solid dengan pembagian tugas yang jelas. Anda dapat menggunakan jasa digital marketing freelancer yang bekerja secara remote dan tentunya memiliki cost yang lebih rendah dibanding menggaji karyawan tetap. Untuk memastikan kegiatan digital marketing Anda berjalan mulus, Anda dapat menggunakan marketing software pilihan Anda dan project management software untuk memastikan workflow kerja berjalan dengan lancar.

Demikian pembahasan mengenai landing page, semoga Anda dapat memahami perbedaan antara landing page dan homepage dan mengenal jenis-jenis landing page yang biasanya dibuat oleh para marketers untuk menarik audiens mereka melakukan konversi. Terima kasih dan salam sukses!

Penulis: Kartika Rachma
Editor : Yoan Letsoin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *